Polisi tak melakukan proses hukum terhadap pria pelaku pelecehan turis Taiwan di kawasan wisata Lovina, Buleleng, Bali. Proses hukum tak dilakukan lantaran perempuan Taiwan yang menjadi korban tak membuat laporan meski telah dihubungi Polres Buleleng melalui koordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan.
Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, mengatakan polisi bergerak setelah mengetahui video dugaan pelecehan tersebut beredar di media sosial (medsos). Polisi kemudian berupaya menghubungi korban untuk memastikan kondisi dan mendapatkan keterangan langsung.
"Kebetulan saya punya rekanan di Atase Kepolisian Taiwan. Begitu kami lihat di media sosial ternyata dia dari Taiwan, kami sudah menghubungi superintendent di sana untuk langsung menghubungi korban," kata Ruzi, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban merespons komunikasi polisi melalui email. Kepada polisi, korban mengaku kecewa dengan perlakuan yang dialaminya, tetapi memilih tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke polisi.
"Dia menyatakan memang cukup kecewa, namun mengatakan bahwa cukup melaporkan saja dan tidak mempermasalahkan lagi," ujar Ruzi.
Ruzi mengatakan polisi juga telah menawarkan mekanisme pelaporan secara daring kepada korban. Namun, korban tetap memilih tidak membuat laporan. Walhasil, polisi tidak dapat melanjutkan proses pidana karena kasus tersebut merupakan delik aduan.
Meski demikian, polisi tidak lantas membiarkan persoalan tersebut. Ruzi mengatakan tetap akan memberikan pembinaan dan efek jera kepada terduga pelaku melalui langkah di luar proses pidana.
"Walaupun delik aduan, kami tidak tinggal diam hanya sekadar dia mengucapkan maaf saja. Harus ada efek jeranya. Dia harus diberi tahu bahwa perbuatannya itu tidak benar," tegas Ruzi.
"Kami tetap akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, namun mungkin sanksi sosial. Saya akan coba melaksanakan penghukuman di luar jalur pidana," imbuh Ruzi.
Ruzi menegaskan tindakan terhadap wisatawan asing tersebut tetap tidak dapat dibenarkan karena berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap citra pariwisata Buleleng dan Bali. Ruzi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Terlebih, Buleleng saat ini tengah mendorong peningkatan sektor pariwisata.
"Kecil yang dia buat, tetapi dampaknya sangat besar bagi Bali, bagi Indonesia. Kami tidak mau ini. Harus kita sadari sama-sama bahwa keamanan adalah faktor mutlak pariwisata. Buleleng ini mulai naik pariwisatanya. Jangan gara-gara hal begitu jadi tidak ada lagi yang mau datang. Yang rugi siapa? Kita," jelas Ruzi.
Sebagaimana diketahui, pelecehan yang dialami perempuan Taiwan itu terjadi saat membuat konten outfit of the day (OOTD) di pinggir jalan kawasan Lovina. Seorang pria lokal yang tidak dikenalnya kemudian menghampiri korban.
Pria itu awalnya bersikap ramah dengan cara mengajak korban bersalaman dan mengucapkan selamat berlibur. Namun, jabat tangan tersebut berlangsung lama. Perempuan Taiwan itu kemudian menyadari pelaku mengarahkan tangannya ke bagian kemaluan pria tersebut.
Peristiwa ini viral setelah diunggah oleh korban melalui akun Instagram-nya @aurosa_a. Melalui konten itu, korban menangis dalam perjalanan kembali ke penginapan. Kejadian tak mengenakkan ini juga membuatkan trauma.