detikBali

Sering Minta Nikah Lagi Tak Diizinkan Istri, Pria di Sikka Gantung Diri

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sering Minta Nikah Lagi Tak Diizinkan Istri, Pria di Sikka Gantung Diri


Yurgo Purab - detikBali

Polisi memeriksa jenazah korban gantung diri di Sikka.
Foto: Polisi memeriksa jenazah korban gantung diri di Sikka. (Dok. Polres Sikka)
Flores Timur -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berinisial YDB (49), warga Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri. Dia nekat mengakhiri hidup diduga lantaran tak diizinkan istri untuk menikah lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga mengungkapkan jenazah YBD ditemukan tewas tergantung di rumahnya sekitar pukul 05.30 Wita, Sabtu (10/10/2026).

Sebelumnya, pada Jumat (9/10/2026) malam, YDB sempat meminta izin kepada istrinya, GG (47), untuk menikah lagi.

ADVERTISEMENT

"Namun tidak diizinkan oleh istrinya. Sehingga istri dari korban meninggalkan korban lalu masuk ke dalam kamar untuk tidur, berselang beberapa menit kemudian korban ikut ke dalam kamar dan tidur," ujarnya saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (11/102026).

Leonardus mengatakan pada Sabtu pagi istri korban terjaga dari tidur lalu keluar dari kamar. Saat itu, tepatnya di ruang keluarga, GG menemukan YDB dengan posisi sudah tergantung.

"Sudah gantung diri," imbuhnya.

Melihat kejadian itu, lanjut Leonardus, GG menyampaikan kepada anaknya bahwa bapaknya gantung diri di dalam rumah. Istri dan anak-anaknya mendapati YDB dengan posisi tergantung menggunakan tali nilon warna biru di bawah bantalan beton ruang keluarga.

"Mereka langsung memotong tali dengan menggunakan parang dibantu oleh keluarga berusaha menyelamatkan korban dan langsung membawa ke Puskesmas Wolofeo," imbuhnya.

Leonardus mengatakan, ketika korban tiba di Puskesmas Wolofeo,Tim Medis Puskesmas Wolofeo melakukan upaya medis yang diperlukan, akan tetapi hasil pemeriksaan medis menyatakan kondisi korban sudah meninggal dunia.

"Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan autopsi dan proses hukum lebih lanjut. Istri dan anak korban mengatakan korban sering meminta untuk menikah lagi," tandasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads