Event MotoGP Mandalika 2026 diklaim sukses menyedot perhatian dunia selama gelaran. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengungkapkan MotoGP Mandalika ditonton 700 juta pasang mata di seluruh dunia.
"Opening ceremony-nya tadi luar biasa, bikin merinding. Kita ditonton oleh 700 juta pasang mata di seluruh dunia melalui 200 media secara simultan," ujar Maya Watono saat ditemui di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maya menyebut MotoGP tahun ini bukan sekadar balapan, melainkan momentum penting untuk memamerkan keindahan Indonesia kepada dunia luar.
Tak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan branding global, Maya menyebut MotoGP Mandalika juga memberikan dampak ekonomi yang sangat masif di NTB.
Maya menaksir perputaran uang dan dampak ekonomi secara nasional mencapai angka Rp 5 triliun.
"Estimasi dampak ekonomi yang didapatkan dari MotoGP ini sekitar Rp 5 triliun. Sangat signifikan besarnya, dan porsi untuk daerah juga sangat besar," jelasnya.
Menurut Maya, pertumbuhan ekonomi ini pun berdampak langsung pada kesejahteraan warga NTB. Dia mengeklaim angka kemiskinan di NTB khususnya di kawasan Mandalika mencatatkan penurunan yang cukup signifikan.
"Mata pencaharian tambahan sejak ada sirkuit ini jauh lebih meningkat. Tingkat kemiskinan turun dari 14 persen ke 11 persen. Gross Domestic Product (GDP) di NTB pun saya cek datanya mencapai 10,42 persen, which is higher than national average," tegas Maya.
Lonjakan wisatawan yang ingin menyaksikan aksi para pebalap dunia membuat berbagai sektor usaha di NTB juga terus tumbuh. Bahkan, usaha perhotelan, rental mobil, hingga maskapai penerbangan kelimpahan rezeki.
"Penerbangan kita menambahkan 66 penerbangan. Dan pada last minute pun kami menambah menjadi wide body (pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777). Demand untuk datang ke NTB ini luar biasa," ungkapnya.
Tak berhenti di situ, tutur Maya, daya tarik Mandalika kini mulai memikat para investor asing untuk berinvestasi di Lombok. Banyak investor sudah mulai membangun akomodasi seperti vila-vila.
"Tadi saya ketemu juga investor dari Spanyol yang mau membangun vila-vila di daerah Mandalika," tambah Maya.
Mengenai keberlanjutan MotoGP di Indonesia, Maya menyebut pihak Dorna Sports sangat berhasrat untuk terus menggelar balapan di Mandalika mengingat Indonesia adalah salah satu basis penggemar MotoGP terbesar di dunia. Untuk itu, InJourney bakal terus mengawal masterplan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan konsep utama sportainment.
"Kami memiliki masterplan untuk kawasan Mandalika, di mana DNA-nya adalah sportainment. Pembangunan destinasi ini butuh konsistensi dan menaati masterplan agar bisa terus berkembang dan menarik investor masuk," pungkas Maya.