detikBali

Pelecehan Turis di Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pelecehan Turis di Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan


Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. (Wijaya Kusuma/detikBali)
Foto: Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. (Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Polres Buleleng berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia. Koordinasi dilakukan seiring kasus pelecehan perempuan Taiwan (sebelumnya ditulis China) di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Bali.

Koordinasi dilakukan Polres Buleleng untuk memperoleh informasi secara langsung dari korban, sekaligus memastikan wisatawan tersebut mendapatkan rasa aman selama di Bali.

"Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini," kata Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia, polisi juga melakukan pendekatan bersama aparatur Desa Kalibukbuk untuk menelusuri pria yang melecehkan perempuan Taiwan tersebut.

ADVERTISEMENT

Hasil penelusuran, pria itu diketahui bernama Wayan Sedana alias Nane (68), warga setempat. Setelah dilakukan pendekatan oleh polisi dan aparat Desa Kalibukbuk, Nane mengakui kesalahannya.

Nane kemudian menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pernyataan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang telah dibubuhi tanda tangan pria tersebut.

Kepolisian juga memastikan proses penanganan terhadap kejadian tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap informasi yang berkembang sekaligus untuk menjaga situasi keamanan di kawasan wisata Lovina.

Ruzi mengutuk keras tindakan tersebut. Menurutnya, tindakan individu yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman berpotensi mencederai citra Bali yang selama ini dikenal dengan keramahan masyarakatnya.

"Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina," tegas Ruzi.

Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan hal penting yang harus dijaga bersama. Apalagi, Lovina merupakan salah satu kawasan wisata yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Kepolisian menjamin kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan yang sedang berwisata ke Pulau Bali," ujar Ruzi.

Ruzi mengimbau masyarakat, khususnya warga di kawasan pariwisata, agar menjaga sikap dan menghormati kenyamanan wisatawan. Keramahan kepada wisatawan hendaknya ditunjukkan melalui interaksi yang santun, tanpa memaksakan kontak fisik ataupun tindakan yang dapat membuat wisatawan merasa terganggu. Jangan sampai ulah satu orang merusak citra keramahan Bali yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Sebagaimana diketahui, pelecehan yang dialami perempuan Taiwan itu terjadi saat membuat konten outfit of the day (OOTD) di pinggir jalan kawasan Lovina. Seorang pria lokal yang tidak dikenalnya kemudian menghampiri korban.

Pria itu awalnya bersikap ramah dengan cara mengajak korban bersalaman dan mengucapkan selamat berlibur. Namun, jabat tangan tersebut berlangsung lama. Perempuan Taiwan itu kemudian menyadari pelaku mengarahkan tangannya ke bagian kemaluan pria tersebut.

Peristiwa ini viral setelah diunggah oleh korban melalui akun Instagram-nya @aurosa_a. Melalui konten itu, korban menangis dalam perjalanan kembali ke penginapan. Kejadian tak mengenakkan ini juga membuatkan trauma.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads