Pelaku dugaan pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR (21), hingga kini belum terungkap. Polisi mengakui masih kekurangan alat bukti dan saksi untuk mengungkap kasus tersebut.
"Betul, bahwa mungkin saksi minim. Oleh karena itulah ini yang menjadi PR penyidik untuk melengkapi, mencari alat bukti yang memungkinkan untuk menjerat pelaku," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Kombes Arisandi, Jumat (24/7/2026).
Arisandi menegaskan kasus tersebut tetap ditangani oleh Polresta Mataram. Menurutnya, Polda NTB hanya membantu penyelidikan kasus tersebut. Penyidik, dia berujar, menggunakan metode scientific crime investigation (SCI) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak boleh dengan hanya berdasarkan asumsi, nggak boleh hanya berdasarkan tekanan. Penyidik akan bekerja berdasarkan alat bukti, scientific crime investigation. Harus berdasarkan itu," imbuh Arisandi.
Ia menjelaskan penyidik perlu mengantongi sedikitnya dua alat bukti untuk menetapkan tersangka. Dua alat bukti itu tidak hanya berdasarkan keyakinan penyidik, melainkan juga jaksa yang berperan sebagai penuntut umum.
"Tidak hanya boleh berdasarkan keyakinan penyidik saja. Kami tetap harus meyakinkan juga rekan-rekan di penuntut umum. Rekan-rekan di penuntut umum juga harus meyakinkan hakim di pengadilan nanti pada saat persidangan," ungkapnya.
Sebelumnya, kuasa hukum keluarga korban, Lalu Anton Hariawan mengeklaim kepolisian telah mengantongi identitas yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap Nadya. "Sebenarnya penyidik sudah mengantongi calon siapa orang yang mereka curigai," kata Anton, Senin (13/7).
Untuk diketahui, Nadya ditemukan tewas di kamar kosnya wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, NTB, pada 17 Mei malam. Jasad mahasiswi Unram itu pertama kali ditemukan oleh temannya yang datang mencarinya ke kos.
Saat itu, jasad Nadya ditemukan dalam kondisi telentang dan sudah mengeluarkan bau tak sedap. Kamar kos tersebut dalam kondisi terkunci. Belakangan, ponsel hingga motor milik Nadya diketahui raib.