Pencarian Veronica Beatrix Jessica (23), korban kapal pinisi Feronia yang tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki hari ke-10. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pihaknya akan mengevaluasi pencarian dalam beberapa hari ke depan.
"Kami masih melaksanakan operasi dan saat ini masuk hari ke 10. Nanti tiga hari setelah ini kami akan evaluasi," ujar Syafii seusai kunjungan kerja di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, NTT, Jumat (23/10/2026).
Syafii menjelaskan operasi pencarian Jessica akan tetap dilanjutkan apabila hasil evaluasi menunjukkan masih ada kemungkinan korban ditemukan. Namun, operasi dapat dihentikan jika dinilai tidak lagi efektif berdasarkan kondisi di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalkan di mana lokasi kapal yang mengalami kedaruratan ini. Kemudian kedalamannya di atas 200 meter dan titiknya belum ditemukan karena kapal tersebut saat terbalik langsung tenggelam," jelas Syafii.
Menurut Syafii, sejumlah peralatan telah dikerahkan dalam proses pencarian. Jika kemungkinan menemukan korban dan bangkai kapal semakin kecil, operasi pencarian akan dialihkan dari operasi gabungan menjadi operasi rutin yang dilakukan Basarnas.
"Pada saat ada tanda-tanda ditemukan keberadaan kapal ini, kami pasti mengevakuasinya. Satu korban (Jessica) itu memang masih dalam pencarian," ungkap Syafii.
Di sisi lain, Syafii menyoroti frekuensi kejadian kapal tenggelam di Labuan Bajo yang cukup tinggi. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar menjadi tugas Basarnas, tetapi juga menjadi tugas bersama.
"Saya sampaikan bahwa salah satu kawasan wisata prioritas itu adalah Labuan Bajo, tetapi selama ini frekuensi kejadiannya cukup tinggi," pungkas Syafii.