Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Timor Tengah Utara (TTU), Sondang Herikson Panjaitan, diperiksa Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Sondang diperiksa terkait kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha.
"Saya datang ke sini untuk memenuhi panggilan dari Polda NTT sebagai saksi lagi. Sama seperti rekan-rekan yang lain yang sudah pernah datang ke sini," ujar Sondang di Mapolda NTT, Senin (20/7/2026).
Sondang mengatakan dalam pemeriksaan tersebut dirinya diminta menjelaskan kronologi, hal-hal yang diketahuinya, serta laporan yang disampaikan Icha kepada IDI TTU setelah mengalami intimidasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sondang, saat itu Icha mendatangi IDI TTU untuk menyampaikan laporan tertulis terkait intimidasi yang dialaminya setelah menjalani perawatan medis.
"Sehingga saya datang ke sini untuk memberikan keterangan terkait laporan apa saja dari dokter Icha kepada kami," jelas Sondang.
Sondang mengaku IDI TTU tidak sempat membesuk Icha saat menjalani perawatan medis. Sebab, kondisi Icha saat itu masih menjadi ranah dokter penanggung jawab. Setelah keluar dari perawatan, Icha baru menceritakan kejadian yang dialaminya.
"Jadi mendiang menjalani perawatan selama lima hari. Namun, belum banyak informasi yang kami ketahui karena masih menjadi rahasia," kata Sondang.
Selain itu, Sondang mengatakan Icha mengaku mengalami intimidasi dan tekanan psikis. Karena itu, Icha meminta perlindungan kepada IDI TTU untuk mendampinginya saat hendak membuat pengaduan ke Dinas Kesehatan TTU dan pihak berwajib lainnya.
"Dari yang disampaikan dokter Icha dalam laporan resmi, itu dia menceritakan kronologi kejadian, apa yang diucapkan oleh tiga anggota DPRD, intimidasi dan apa yang dirasakannya. Memang ada tindakan intimidasi verbal terhadap dokter Icha," ungkap Sondang.
Dirreskrimum Polda NTT Kombes Sigit Haryono mengatakan selain memeriksa Ketua IDI TTU, penyidik juga mengundang keluarga Icha untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
"Hari ini juga kami mengundang pihak keluarga dan kami diskusi terkait perkembangan perkaranya. Jadi kami saling mengisi informasi, baik dari keluarga maupun kami," pungkas Sigit.