detikBali

Penegasan Kapolri dan Jaksa Agung soal Hubungan Polri-Kejagung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penegasan Kapolri dan Jaksa Agung soal Hubungan Polri-Kejagung


Rumondang Naibaho - detikBali

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Bundar, Jaksel, Senin (13/6/2026).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Bundar, Jaksel. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin kompak menegaskan hubungan Polri dan Kejaksaan Agung tetap solid. Keduanya memastikan tidak ada persoalan di antara dua institusi penegak hukum tersebut saat bertemu di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Pertemuan itu berlangsung setelah Sigit lebih dulu bersilaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes TNI. Kapolri bersama rombongan tiba di Gedung Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.17 WIB dan disambut langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Kalemdiklat Polri Komjen RZ Panca Putra, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Astamarena Kapolri Komjen Wahyu Hadiningrat.

Hadir pula Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, Koorsahli Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadivkum Polri Irjen Agus Nugroho, Kadivhubinter Polri Irjen Amur Chandra Juli Buana, Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, Kadensus 88 AT Polri Irjen Sentot Prasetyo, Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto, Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana, Waastamaops Kapolri Irjen Laksana, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen M Nazly Harahap, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen R Firdaus Kurniawan, Kapusjarah Polri Brigjen Abas Basuni, dan pejabat lainnya.

Tegaskan Hubungan Solid

Sigit mengatakan Polri dan Kejaksaan sepakat menjaga soliditas hingga ke seluruh jajaran. Dia menegaskan tidak ada persoalan di antara kedua institusi tersebut.

"Saya pastikan di sini apalagi kita hadir bersama antara Bapak Jaksa Agung dan seluruh pejabat utama Adhyaksa, saya didampingi Wakapolri dan pejabat utama Mabes Polri," kata Sigit.

"Tentunya kami sama-sama sepakat dan menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tidak ada masalah di antara dua institusi ini," tegasnya.

Sigit mengatakan banyak program pemerintah yang harus dikawal bersama oleh Polri dan Kejaksaan. Menurutnya, sinergi kedua institusi dibutuhkan agar program pemerintah berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kita juga menyadari bahwa banyak agenda-agenda program pemerintah yang tentunya juga harus kita jaga, harus kita kawal, karena ini semuanya tentu harapan kita semua menjadi program yang bermanfaat untuk masyarakat yang membuat Indonesia menjadi jauh lebih baik," tuturnya.

"Dan tentunya itu dibutuhkan soliditas dan sinergisitas yang lebih kuat. Sekali lagi, tidak pernah ada masalah antara institusi Kejaksaan dan Kepolisian," sambung Sigit.

Jaksa Agung: Kami Bukan Rival

Burhanuddin juga menegaskan hubungan Kejaksaan dan Polri selama ini berjalan baik. Dia menyebut kedatangan Sigit dan jajaran merupakan agenda silaturahmi yang rutin dilakukan.

"Sore ini alhamdulillah saya kedatangan sahabat-sahabat saya dari Kepolisian," ujar Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan pertemuan tersebut bukan hal baru. Dia juga membantah anggapan bahwa Kejaksaan dan Polri merupakan dua institusi yang saling bersaing.

"Ini adalah bukan program baru, ini program lama. Kemudian, kami juga, saya dengan Kapolri, teman-teman jangan berpikir kami ini rival, kami ini adalah versus. Tidak. Sejak dulu sudah mengenal secara pribadi beliau. Kami sama-sama, saya jadi Jaksa Agung, beliau jadi Kapolri," ujarnya.

Dia menegaskan silaturahmi tersebut tidak terkait persoalan apa pun.

"Jangan juga berpikir karena ada hal-hal sesuatu kemarin. Ini adalah silaturahmi yang biasa kami lakukan. Kami selalu berpikir bagaimana perbaikan ke depan," ujarnya.

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Dalam pertemuan itu, Sigit mengatakan Polri dan Kejaksaan juga membahas penguatan sinergi dalam sistem peradilan pidana, termasuk sosialisasi KUHAP baru.

"Yang saya hormati kakak asuh saya, Pak Jaksa Agung, Pak Sanitiar Burhanuddin," ujarnya.

"Ke depan, antara Kejaksaan dan Kepolisian sebagai satu ikatan aparat penegak hukum di dalam sistem, criminal justice system, ini terus kita perkuat," ujarnya.

"Ini tentunya terus kita perkuat, kita perkokoh, apalagi kita juga ada KUHAP baru yang tentunya kita sosialisasikan bersama dan bagaimana ke depan, tentunya kemitraan yang ada, sinergitas yang ada akan kita perkuat," ujarnya.

Kapolri juga mengungkapkan adanya rencana meningkatkan program kemitraan melalui pertukaran pendidikan antara jaksa dan penyidik Polri.

"Tadi ada rencana untuk meningkatkan program kemitraan, tukar-menukar pendidikan antara jaksa dan Polri khususnya penyidik, sehingga kemudian di dalam setiap langkah koordinasi khususnya dalam ikatan criminal justice system tentunya semuanya bisa menjadi lebih baik," kata Sigit.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Di satu sisi dengan sinergi dan kolaborasi kemitraan antara dua institusi Kejaksaan dan Kepolisian ini tentunya diharapkan oleh masyarakat-masyarakat yang membutuhkan pelayanan di bidang hukum untuk betul-betul hukum bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dari sisi kepastian hukum maupun hukum yang berkeadilan," ujarnya.

"Yang jelas kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar, dan kita akan terus menjaga agar keluarga besar ini terus terjaga soliditas dan sinergitas yang ada. Mungkin itu yang akan terus kami laksanakan bersama dengan Pak Jaksa Agung untuk program-program kita ke depan," ujar Sigit.

Burhanuddin mengatakan sinergi antara penyidik dan penuntut umum merupakan keharusan dalam sistem peradilan pidana.

"Saya menambahkan bahwa begini adik-adik, sinergitas ini diperlukan karena bagi saya, bagi seorang jaksa itu, hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik. Penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. Itu adalah kewajiban, keharusan kita bersinergi," ucapnya.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads
LIVE