Warga di Bali mengeluhkan antrean panjang pengisian Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merespons keluhan warga itu
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan kondisi itu berkaitan dengan pengalihan Depo Pesanggaran, Denpasar dan Transit Terminal (TT) Manggis, Karangasem. Disnaker ESDM Bali masih berkoordinasi dengan PT Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) terkait kondisi tersebut.
"Kami sedang berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas Bali. Secara teknis, terinformasi ada pengalihan Depo Pesanggaran dan TT Manggis. Saat ini sedang dipulihkan secara bertahap," kata Setiawan saat dihubungi detikBali, Rabu (7/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiawan belum menjelaskan lebih jauh mengenai penyebab pengalihan tersebut maupun dampaknya terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Dia mengatakan Disnaker ESDM Bali masih menunggu informasi terbaru dari Pertamina dan Hiswana Migas Bali.
"Untuk detailnya, kami masih menunggu update dari Pertamina dan Hiswana Migas Bali," ujar Setiawan.
Sementara itu, antrean kendaraan terpantau terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar. Pantauan detikBali pada Rabu sore menunjukkan antrean cukup panjang terutama pada jalur pengisian Pertalite.
Di SPBU Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, antrean kendaraan terlihat mengular hingga akses masuk SPBU meski antrean telah dibagi menjadi empat baris untuk kendaraan yang hendak mengisi Pertalite maupun Pertamax.
Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Ahmad Yani Utara. Antrean kendaraan bahkan memanjang hingga sebagian badan jalan raya sehingga kendaraan yang hendak mengisi BBM harus berbagi ruang dengan pengguna jalan yang melintas.