Kakek inisial MM (65) berulang kali memerkosa siswi sekolah menengah pertama (SMP) inisial MAT (16) di Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria lanjut usia (lansia) itu padahal sudah memiliki cucu.
"Iya (korban disetubuhi empat kali)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MM memerkosa MAT dalam rentang waktu 2024-2026. MM memberikan uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu tiap kali memerkosa korban.
Pemerkosaan pertama terjadi pada 18 Mei 2024. Aksi bejat MM kembali berlanjut pada 26 Mei 2025, 16 Juli 2025, dan terakhir pada 22 April 2026.
Pemerkosaan pertama bermula ketika MAT mencari kayu bakar di kebun orang tuanya yang lokasinya berdekatan dengan kebun MM. MM lantas mendatangi siswi itu dan menyatakan perasaan suka kepada anak baru gede (ABG) tersebut seraya mengajaknya berhubungan badan.
MAT sempat ketakutan dan mencoba berlari. Upayanya gagal karena MM berhasil menangkap tangannya. MAT sempat berteriak minta tolong, tetapi tak ada orang di sekitar lokasi kejadian.
"Anak korban mencoba berteriak meminta tolong. Namun, tidak ada siapa-siapa yang ada di sekitaran kebun tersebut," jelas Zacky.
MM kemudian merayu MAT dan menjanjikan uang kepada korban agar mau berhubungan badan. Saat ditawari uang itu, korban hanya terdiam. MM kemudian memerkosa MAT.
Seusai melampiaskan hasratnya, MM memberikan uang Rp 100 ribu kepada korban. MM minta korban tak ceritakan aksi bejatnya itu kepada siapa pun.
"Korban sempat menolak uang tersebut. Namun, pelaku memaksa menyimpannya di tangan anak korban," ujar Zacky.
Pemerkosaan kedua terjadi saat korban dalam perjalanan ke kebun. Lokasinya di semak-semak, berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban. MM kembali memberikan uang sesuai memerkosa korban.
Pemerkosaan berikutnya dilakukan di kebun. MM kembali menggunakan modus yang sama, memberi korban uang. Aksi MM akhirnya dilaporkan orang tua korban ke Polres Manggarai Timur.