detikBali

Keluarga Buka Hasil Investigasi Kemenkes soal Kematian Dokter Icha

Terpopuler Koleksi Pilihan

Keluarga Buka Hasil Investigasi Kemenkes soal Kematian Dokter Icha


Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali

Keluarga dr. Icha saat diperiksa di Mapolda NTT, Jumat (10/7/2026).
Foto: Keluarga dr. Icha saat diperiksa di Mapolda NTT, Jumat (10/7/2026). ()Yufengki Bria/detikBali)
Kupang -

Hasil investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha dibuka oleh keluarga. Keluarga Dokter Icha mengungkapkan ada dugaan intimidasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona, Timor Tengah Utara (TTU) itu.

"Sebagaimana juga oleh tim investigasi dari Kementerian Kesehatan dalam waktu tujuh hari dan kemarin sudah mengeluarkan rekomendasi dengan tegas menyatakan ada dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha ketika menjalankan tugasnya," ujar kuasa hukum keluarga Dokter Icha, Victor Manbait, seusai mendampingi pemeriksaan di Mapolda Nusa Tenggara Timur NTT, Jumat, (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Victor menjelaskan hasil investigasi tersebut menjadi catatan penting bagi Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU untuk segera merekomendasikan hasil kerja mereka. Sebab, hasil rekomendasi dari BK itu dikeluarkan dalam tenggat waktu hari ini.

"Kami tidak tahu sampai jam 12 malam ini apakah ada pengumuman dari BK, tetapi kami meyakini BK akan bekerja secara profesional sehingga bisa memberikan hasil yang adil bagi keluarga," jelas Victor.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Victor melanjutkan, ayah Doker Icha, Gabriel Pakaenoni, beberapa hari lalu juga sudah dimintai keterangan oleh BK DPRD TTU. Hingga kini, sudah 10 saksi yang diperiksa.

"Kami berharap sudah bisa membantu teman-teman BK untuk mengambil suatu keputusan," jelas Victor.

Sebagaimana diketahui, Dokter Icha meninggal akibat diintimidasi tiga anggota DPRD TTU, yakni Norbertus Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Veronika Lake dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Therensius Lazakar dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Kemenkes kemudian menempuh langkah baru dalam kasus kematian Dokter Icha. Kemenkes kini melakukan investigasi atas kematian dokter perempuan yang bertugas di RSU Leona, TTU itu.

Langkah investigasi ini dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti, saat melayat ke rumah duka di Kupang, Senin (29/6/2026) sore. Yuli melayat mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Kemenkes memastikan akan mengusut dugaan intimidasi dan menjamin perlindungan bagi tenaga medis," ujar Yuli dalam pidatonya.

Yuli mengatakan Kemenkes mendapatkan informasi awal dari media sosial (medsos) terkait dugaan intimidasi oleh anggota DPRD terhadap Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona pada 13 Juni 2026.

Kemenkes, tegas Yuli, tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU. Namun, hal itu akan disampaikan setelah proses investigasi tuntas.

"Kami harus melakukan investigasi duluan, posisi kasusnya seperti apa. Jadi, makanya kami dari hari ini bersama Ibu Ketua Inspektorat Investigasi karena beliau membawahi dari tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait dengan keprofesian, pembinaan dari keprofesian," terang Yuli.

Yuli mengimbau seluruh dokter di Indonesia agar tidak takut melapor jika mengalami tekanan atau intimidasi dalam bertugas. "Jangan pernah takut bersuara karena kalian akan dilindungi," tegasnya.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads