detikBali

Tega, Bayi Dibuang Hidup-hidup di Hutan Kupang

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Tega, Bayi Dibuang Hidup-hidup di Hutan Kupang


Yufengki Bria - detikBali

Polisi saat melakukan olah TKP penemuan bayi di hutan Mnera Kabnono, Kupang, NTT, Jumat (10/7/2026). (Dok. Polres Kupang).
Foto: Polisi saat melakukan olah TKP penemuan bayi di hutan Mnera Kabnono, Kupang, NTT, Jumat (10/7/2026). (Dok. Polres Kupang)
Kupang -

Warga RT 19, Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan penemuan bayi di dalam sebuah kardus di Hutan Mnera Kabnono, Jumat (10/7/2026). Bayi tersebut dalam kondisi hidup.

"Ya, bayi perempuan yang masih hidup ditemukan di dalam kardus di wilayah hutan Mnera Kabnono, Kelurahan Nonbes," ujar Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randi Hidayat kepada detikBali, Jumat.

Randi menjelaskan bayi tersebut mulanya ditemukan oleh warga bernama Domitianus Bonat sekitar pukul 06.30 Wita, saat sedang dalam perjalanan menuju kebun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika itu, Domitianus dikejutkan dengan keberadaan sebuah kardus berwarna cokelat. Saat diperiksa, ternyata berisi seorang bayi perempuan. Domitianus kemudian segera menghubungi warga lainnya, Erens Teinati, untuk mendatangi lokasi.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Erens Teinati melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Amarasi dan petugas medis dari Puskesmas Oekabiti. Tak berselang lama, polisi dan tim medis langsung mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis.

"Saat ditemukan, bayi tersebut dibalut dengan handuk berwarna abu-abu dan dialasi seprai berwarna merah muda di dalam kardus. Jadi petugas medis segera mengevakuasi bayi tersebut untuk mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Oekabiti," jelas Randi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Randi berujar, bayi tersebut baru berusia sekitar satu hari lebih. Kemudian bayi tersebut memiliki berat badan 2,4 kilogram, panjang badan 49 sentimeter (cm), lingkar kepala 31 cm, serta lingkar dada dan perut 32 cm.

"Kondisi saat observasi menunjukkan bayi dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan adanya kelainan fisik," ungkap Randi.

Menurut Randi, Polres Kupang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku yang nekat membuang bayi tersebut. Polres Kupang juga mengimbau kepada warga untuk memberikan informasi kepada polisi jika mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

"Tadi dirawat di Puskesmas Oekabiti, rencananya mau di rujuk ke RSUD WZ Johanes Kupang," pungkas Randi.



(hsa/hsa)










Hide Ads