detikBali

Anggota DPRD Klungkung Diduga Aniaya Sopir di Bar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Anggota DPRD Klungkung Diduga Aniaya Sopir di Bar


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Poster
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Edi Wahyono)
Klungkung -

Dugaan penganiayaan menyeret nama seorang anggota DPRD Klungkung berinisial KD. Ia diduga memukul sopir di DPRD Klungkung, IWM, di sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Gianyar, Senin (25/5).

Korban sempat melapor ke polisi usai mengalami luka memar dan bengkak pada wajah. Namun, laporan itu belakangan dicabut setelah KD meminta penyelesaian lewat jalur kekeluargaan.

Peristiwa itu bermula saat IWM diajak KD ke sebuah bar di kawasan Jalan Ida Bagus Mantra, Gianyar, sekitar pukul 17.00 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu saya diajak ke salah satu bar di Gianyar. Saya berpikir ia butuh sopir," ujar Murdiana pada awak media, Selasa (26/5/2026).

ADVERTISEMENT

Di lokasi, KD sempat menawarkan korban LC (lady companion). Namun, tawaran itu ditolak. Setelah itu, korban dan terduga pelaku minum bersama didampingi dua wanita.

Salah seorang LC disebut merupakan teman dekat KD. Namun, situasi mendadak memanas saat terduga pelaku tiba-tiba mengamuk.

"Dia tiba-tiba mengamuk. Saya berusaha tenangkan. Dia lalu memukul saya," ungkapnya.

Keributan disebut tak berhenti di dalam ruangan. IWM mengaku pemukulan berlanjut hingga ke luar bar. Ia mengaku dipukul pada bagian dagu, pelipis, dan pipi kiri.

Akibat kejadian itu, Murdiana memutuskan melapor ke Polres Gianyar pada malam hari.

"Sekitar jam 9 malam saya langsung melapor ke Polres Gianyar. Pipi bengkak, ada dagu juga sakit," terangnya.

IWM mengaku tak mengetahui alasan dirinya diduga dianiaya. Ia juga menegaskan sebelumnya tak memiliki persoalan dengan KD.

"Sebelumnya tidak ada masalah apapun," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Klungkung I Komang Gede Agus Kusana mengaku belum menerima informasi terkait kejadian tersebut, baik dari pihak kepolisian maupun dari anggota dewan yang bersangkutan.

"Saat ini saya masih di Buleleng. Belum ada informasinya. Nanti jika sudah masuk tentu akan kami kabarkan. Ini termasuk dari yang bersangkutan belum ada laporannya," jelas Kusana.

Meski sempat melapor ke polisi, IWM akhirnya memilih mencabut laporan dugaan penganiayaan itu. Saat dihubungi pukul 15.00 Wita, ia mengaku sedang menuju Polres Gianyar untuk menarik laporannya.

"Semalam itu saya memang tidak ada pilihan lain selain melapor ke polisi. Karena keluarga, istri saya tidak terima. Namun tadi sudah ada permintaan untuk kita menyelesaikan persoalan ini dengan jalur kekeluargaan. Jadi saya sekarang akan mencabut laporan," terangnya.

IWM tak membantah adanya pemukulan yang diduga dilakukan KD. Ia juga mengaku wajahnya masih memar. Namun, setelah situasi mereda, ia memilih menempuh jalur damai.

Korban menegaskan keputusan itu diambil tanpa tekanan.

"Tidak ada tekanan sama sekali. Ini murni dari saya yang memang menerima jika hal ini diselesaikan melalui jalur damai," paparnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, KD belum merespons pertanyaan maupun panggilan dari detikBali.

Namun, berdasarkan keterangannya kepada awak media, KD membantah dugaan penganiayaan tersebut. Ia menyebut insiden itu hanya kesalahpahaman dan miskomunikasi.

"Tidak ada, itu hanya miskomunikasi," ujarnya singkat.




(dpw/dpw)










Hide Ads
LIVE