detikBali

Kasus Narkoba di Bali Naik 22,92%, Modus Tempel hingga Paket Pos Masih Marak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kasus Narkoba di Bali Naik 22,92%, Modus Tempel hingga Paket Pos Masih Marak


Abid Ahmad Ibrahim - detikBali

Young caucasian woman passed out after overdosed herself.
Ilustrasi pengguna narkoba. (Foto: Getty Images/urbazon)
Denpasar -

Peredaran narkoba di Bali masih tinggi. Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali mencatat kasus narkotika selama Januari hingga Mei 2026 naik 80 kasus atau 22,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Bali Kombes Radiant mengatakan kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas peredaran gelap narkotika di Bali masih masif dengan pola distribusi yang terus berkembang.

"Peningkatan ini menunjukkan masih tingginya aktivitas peredaran gelap narkotika dengan berbagai modus operandi yang terus berkembang dan memanfaatkan berbagai jalur distribusi," kata Radiant saat ditemui di Polda Bali, Rabu (20/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sejumlah pengungkapan kasus selama 2026, polisi menemukan beberapa pola yang paling sering digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya. Modus yang dominan ialah sistem tempel, pengiriman melalui paket pos, penggunaan perantara atau kurir, hingga memanfaatkan jalur pelabuhan, terminal, dan bandara.

ADVERTISEMENT

Menurut Radiant, pelaku terus mencari celah untuk menghindari pengawasan aparat. Karena itu, kepolisian memperketat pengawasan sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya pemberantasan narkotika.

Selain mengungkap pola peredaran, Ditresnarkoba Polda Bali juga mencatat sejumlah barang bukti yang dominan ditemukan sepanjang 2026. Barang bukti tersebut di antaranya narkotika jenis sabu, ekstasi, kokain, dan ganja.

Radiant menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga terus mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.

Ia mengingatkan penggunaan narkoba dapat menimbulkan dampak serius, seperti kerusakan otak dan tubuh secara permanen, kecanduan yang sulit disembuhkan, hingga memicu tindakan kriminal akibat pengaruh narkoba.

Selain itu, penyalahgunaan narkotika juga dapat merusak hubungan sosial dan keluarga serta berisiko menyebabkan kematian akibat overdosis.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun, awasi anak dan remaja dari pengaruh buruk lingkungan, serta laporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba kepada pihak berwenang," ujar Radiant.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads