detikBali

Kasatgas MBG NTB Tanggapi 2 Wanita Dipolisikan Usai Viralkan Roti Berulat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kasatgas MBG NTB Tanggapi 2 Wanita Dipolisikan Usai Viralkan Roti Berulat


Ahmad Viqi - detikBali

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG NTB Fathul Gani. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Foto: Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG NTB Fathul Gani. (Ahmad Viqi/detikBali).
Mataram -

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG NTB Fathul Gani buka suara laporan terhadap dua wanita asal Lombok Tengah seusai memviralkan belatung pada menu roti Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua wanita bernama Nana alias Baiq Restu Tunggal Kencana dan Jamiatul Munawarah itu dilaporkan ke Polres Lombok Tengah.

Menurut Fathul, dugaan kriminalisasi dua warga Lombok Tengah usai viralkan belatung pada menu MBG tersebut harus dilihat secara komprehensif.

"Kita lihat kasusnya. Kalau memang faktanya benar, sekarang siapa aja. Kalau faktanya benar, kalau faktanya yang tidak benar, itu yang menjadi masalah," kata Fathul Gani, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fathul menyebut, program MBG di NTB bisa diawasi oleh siapa pun. Yang menjadi perhatian bersama kata dia, tampilan menu MBG sebelum dibagikan ke penerima manfaat.

ADVERTISEMENT

"Jangan sampai menggeruduk ke dapur saja. Kalau memviralkan itu dengan tujuan pengawasan, ya. Tapi kan itu bisa jadi keluhan," katanya.

Dia mencontohkan, jika ada menu apel ditemukan busuk pada menu MBG, tidak boleh digeneralisasi semua menu apel itu busuk. "Anggaplah 2.800 sekian penerima manfaat. Apel itu hanya satu atau dua ketahuan busuk. Itu kan tidak digenerasil, tapi kadang digeneralisasi menjadi semuanya busuk," katanya.

Menurut Fathul, jika ada yang diviralkan, akan menjadi ribut dan menjadi perhatian oleh BGN. "Kalau diviralkan memang sangat cepat BGN itu memberikan SP1 itu. Jadi arahan Pak Gubernur arahan beliau minta lakukan monitoring secara intensif kepada seluruh SPPG. Kemudian yang berikutnya, pastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung SPPG ini," katanya.

Dia pun akan melaksanakan rapat dengan Dinas Pertanian, Peternakan, Perdagangan untuk memastikan stok pangan di NTB aman.

"Kita pastikan stok pangan kita tidak terganggu. Jangan sampai sedikit-sedikit MBG yang disalahkan ya," tandas Fathul.

Sebelumnya, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bernama Alman Putra melaporkan dua warga Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, setelah mengunggah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengandung belatung. Keduanya, Nana alias Baiq Restu Tunggal Kencana dan Jamiatul Munawarah.

Berdasarkan surat panggilan nomor:B/677/III/RES.2.5/2026/RESKRIM, mereka dipanggil penyidik Polres Lombok Tengah terkait dugaan pencemaran nama baik atau UU ITE.

"Hari ini saya datang ke Polres Lombok Tengah dalam rangka klarifikasi masalah roti MBG yang belatung. Dilaporkan pencemaran nama baik," kata Jamiatul kepada awak media seusai diperiksa penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Selasa (31/3/2026).

Jamiatul menegaskan dalam unggahannya di media sosial, ia tidak menyebut nama pihak mana pun, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun penyedia makanan.

"Tapi dalam postingan itu tidak menyebut nama atau SPPG," katanya.

Jamiatul menjelaskan kejadian bermula pada 10 Maret 2026 sekitar pukul 10.30 Wita saat keluarganya menerima menu MBG di posyandu. Roti yang disalurkan oleh SPPG di Desa Ketara disebut mengandung ulat atau belatung.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE