detikBali

Ditembak Senapan Angin oleh Warga Buleleng, Kurir Paket Lapor Polisi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ditembak Senapan Angin oleh Warga Buleleng, Kurir Paket Lapor Polisi


Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Senapan angin milik warga yang dipakai menembak kurir paket di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (14/2/2026) petang. (Dok. Polres Buleleng)
Foto: Senapan angin milik warga yang dipakai menembak kurir paket di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (14/2/2026) petang. (Dok. Polres Buleleng)
Buleleng -

Kurir paket bernama I Komang Dedi Suriantika (30) melapor ke Kepolisian Resor (Polres) Buleleng, Bali. Musababnya, ia ditembak senapan angin oleh warga inisial K (45) di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Sabtu (14/2/2026) petang akibat permasalahan parkir di pinggir jalan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan Dedi kala itu tengah mengantar barang ke rumah konsumen menggunakan dua mobil. Kurir asal Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, Buleleng, itu lantas berhenti di persimpangan untuk memastikan alamat tujuan.

"Korban berhenti untuk bertanya lokasi rumah konsumen. Namun, ada warga yang merasa terganggu dengan posisi kendaraan tersebut," kata Yohana, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

K kemudian membunyikan klakson berulang kali dan meneriaki Dedi agar tidak berhenti di tengah jalan. Adu mulut sempat terjadi sebelum Dedi melanjutkan perjalanan.

ADVERTISEMENT

Namun, situasi lantas memanas beberapa menit kemudian. K bersama anaknya mendatangi rumah pemilik paket sambil membawa senapan angin. "Senapan angin tersebut kemudian diarahkan ke kepala korban," ujar Yohana.

Dedi spontan menghindar saat pelatuk ditekan. Meski demikian, peluru senapan angin masih sempat mengenai bagian rambut Dedi. Dedi lantas merebut senjata hingga akhirnya berhasil menendangnya sampai patah.

Tak hanya itu, Dedi juga mendapat ancaman pembunuhan dari K.

Seusai kejadian, Dedi sempat menyelamatkan diri ke dalam rumah konsumen. Mediasi sempat dilakukan kepala desa bersama bhabinkamtibmas setempat, tetapi Dedi menolak damai karena trauma.

Yohana mengungkapkan kasus ini masih dalam penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buleleng.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads