detikBali
Round Up

Geger Video Asusila KKN: Teka-teki Pengunggah hingga Mahasiswi Trauma

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Geger Video Asusila KKN: Teka-teki Pengunggah hingga Mahasiswi Trauma


Tim detikBali - detikBali

Gambar ilustrasi soal video viral nan mesum. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto: Gambar ilustrasi soal video asusila. (Danu Damarjati/detikcom)
Mataram -

Video asusila yang viral di Lombok masih menyisakan misteri. Awalnya, dinarasikan video itu diperankan pasangan mahasiswa-mahasiswi peserta kuliah kerja nyata (KKN) di Lombok Timur. Namun, belakangan narasi itu dibantah pihak kampus.

Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur kini tengah menelusuri pengunggah video asusila itu. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait kebenaran video tersebut, kami masih telusuri," ujar Kasatreskrim Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (11/2/2026).

Arie mengatakan, selain memastikan kebenaran video yang beredar, pihaknya juga fokus menelusuri pihak yang pertama kali mengunggah video tersebut di media sosial. Penelusuran dilakukan meskipun kampus terkait telah memberikan klarifikasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tetap melakukan penelusuran terkait kebenaran video tersebut, meskipun sudah ada klarifikasi dari pihak kampus, kami juga sedang mencari pengunggah video tersebut di medsos," ujar Arie.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, viral di media sosial video asusila yang melibatkan sepasang muda-mudi yang diduga mahasiswa KKN di Lombok Timur, NTB. Rekaman video tersebut beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Video berdurasi 13 menit 17 detik itu direkam di dalam sebuah kamar yang diduga merupakan posko KKN di salah satu desa di Lombok Timur. Dalam video tersebut terlihat adegan suami istri di atas ranjang dengan sprei warna merah bermotif bunga. Sebelum adegan berlangsung, keduanya juga tampak bergiliran meneguk minuman berwarna cokelat muda.

Kepala desa setempat membenarkan bahwa pasangan dalam video tersebut merupakan mahasiswa yang melaksanakan KKN di wilayahnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui keberadaan maupun proses perekaman video tersebut.

"Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu," kata kepala desa.

Ia menambahkan, pria yang muncul dalam video tersebut diduga merupakan ketua kelompok KKN. Program KKN di desa tersebut, kata dia, telah resmi berakhir sejak 5 Februari 2026.

"Mereka menyewa rumah warga setempat sebagai posko. Tapi masa KKN mereka saat ini telah berakhir dan sudah dilakukan penarikan oleh kampus," terangnya.

Klarifikasi Kampus dan Mahasiswi

Mahasiswi berinisial AJP menyatakan dirinya bukan perempuan yang ada dalam video asusila berdurasi lebih dari 13 menit tersebut. Klarifikasi itu disampaikan langsung di hadapan Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi.

"Saya berani bersumpah, bukan saya di dalam video tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Joko Jumadi menegaskan tudingan yang beredar di media sosial tidak berdasar. Menurutnya, video asusila tersebut tidak melibatkan mahasiswa Unram, termasuk peserta KKN di Lombok Timur.

Mahasiswi Tertuduh Trauma

Mahasiswi Unram berinisial AJP yang dituding menjadi pemeran video kini mengami trauma. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unram, Andi Chairil Ichsan, mengatakan saat ini mahasiswi tersebut telah mendapat penampingan psikologi dari Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram.

"Jadi korban sudah mendapatkan pendampingan dari Satgas PPKS untuk pemulihan psikologis, menyemangati, men-support yang bersangkutan ," ujar Andi dihubungi detikBali, Rabu.

Pihak Unram, Andi berujar, telah mengeluarkan klarifikasi resmi diwakili oleh Ketua Satgas PPKS Unram Joko Jumadi bertujuan agar pemulihan nama baik mahasiswa tersebut kembali. Sejak video itu beredar, psikologis korban terganggu.

"Ini kami lakukan dalam rangka pemulihan psikologis akibat pemberitaan yang tidak benar tersebut. Jadi kami di LPPM juga melakukan pendampingan buat mahasiswa kami," tegas Andi.

Dampak lain, Andi melanjutkan, AJP banyak mendapatkan hujatan oleh sejumlah orang lantaran berita bohong yang beredar. Dari tudingan itu, korban pun berhak mendapatkan pemulihan atas berita-berita yang tidak benar tersebut.

"Pada prinsipnya kalau untuk video yang beredar itu sudah kami tegaskan bahwa itu bukan mahasiswa Unram. Nah sekarang kami lebih fokus ke pemulihannya si adik itu aja terlebih dahulu," tandas Andi.

Bantahan LPPM

LPPM Unram membantah dugaan video asusila viral diperankan oleh dua mahasiswa KKN. Bantahan itu disampaikan Ketua LPPM Unram Andi Chairil Ichsan.

Dia mengatakan video viral yang beredar di media sosial itu bukan dari kalangan mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur pada Februari 2026 lalu.

"Jadi pada prinsipnya sebenarnya kami itu hanya menyayangkan berita tidak benar itu akhirnya menimbulkan kegaduhan. Jadi kami pastikan pemeran video itu bukan mahasiswa kami," kata Andi.

Menurut Andi, ada pihak yang tidak bertanggungjawab membuat framing seolah-olah video asusila itu diperankan oleh mahasiswa KKN yang tinggal di posko di Desa Lenek.

"Kami sayangkan. Kan kemudian yang kasihan mahasiswa kami yang tidak melakukan tapi terkena dampak kan," ujarnya.

Dia mengaku mahasiswi Unram yang dituding menjadi pemeran video asusila itu saat ini sudah mendapatkan penanganan dari satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram.

"Hasil pemeriksaan, bahwa video yang beredar bukan mahasiswa Unram dan tidak ada kaitannya dengan mahasiswa KKN Unram di Desa Lenek," tegas Andi.

Andi menduga, ada pihak yang melakukan framing keji seolah-olah pemeran video yang beredar diperankan oleh mahasiswa KKN Unram. Dia juga meluruskan maksud pihak desa yang membenarkan jika mahasiswa KKN Unram adalah pemeran video asusila tersebut.

"Ini ada framing dari kepala desa membenarkan? Nah itu kelihatannya tidak benar juga. Jadi kepala desa membenarkan bahwa ada foto itu adalah mahasiswa KKN. Memang itu benar, tapi kejadian video itu di luar dari pengetahuan kepala desa," ujarnya.

"Jadi seolah-olah dikaitkan antara foto dan video itu adalah satu kesatuan, padahal tidak, jadi foto itu adalah foto memang kalau ditanya foto ya memang foto mahasiswa KKN kami di sana," katanya.

Andi menyebut pernyataan pihak desa setempat dipelintir seolah-olah, foto dan video itu satu kesatuan. Andi pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan media untuk tidak mengambil kesimpulan berdasarkan data yang belum terverifikasi dari sumbernya.




(hsa/hsa)











Hide Ads