Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menelusuri pengunggah video asusila yang diduga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari salah satu perguruan tinggi. Penelusuran dilakukan menyusul viralnya video tersebut di media sosial.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait kebenaran video tersebut, kami masih telusuri," ujar Kasatreskrim Polres Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (11/2/2026).
Arie mengatakan, selain memastikan kebenaran video yang beredar, pihaknya juga fokus menelusuri pihak yang pertama kali mengunggah video tersebut di media sosial. Penelusuran dilakukan meskipun kampus terkait telah memberikan klarifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tetap melakukan penelusuran terkait kebenaran video tersebut, meskipun sudah ada klarifikasi dari pihak kampus, kami juga sedang mencari pengunggah video tersebut di medsos," ujar Arie.
Sebelumnya, viral di media sosial video asusila yang melibatkan sepasang muda-mudi yang diduga mahasiswa KKN di Lombok Timur, NTB. Rekaman video tersebut beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Video berdurasi 13 menit 17 detik itu direkam di dalam sebuah kamar yang diduga merupakan posko KKN di salah satu desa di Lombok Timur. Dalam video tersebut terlihat adegan suami istri di atas ranjang dengan sprei warna merah bermotif bunga. Sebelum adegan berlangsung, keduanya juga tampak bergiliran meneguk minuman berwarna cokelat muda.
Kepala desa setempat membenarkan bahwa pasangan dalam video tersebut merupakan mahasiswa yang melaksanakan KKN di wilayahnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui keberadaan maupun proses perekaman video tersebut.
"Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu," kata kepala desa.
Ia menambahkan, pria yang muncul dalam video tersebut diduga merupakan ketua kelompok KKN. Program KKN di desa tersebut, kata dia, telah resmi berakhir sejak 5 Februari 2026.
"Mereka menyewa rumah warga setempat sebagai posko. Tapi masa KKN mereka saat ini telah berakhir dan sudah dilakukan penarikan oleh kampus," terangnya.
Klarifikasi Kampus dan Mahasiswi
Mahasiswi berinisial AJP menyatakan dirinya bukan perempuan yang ada dalam video asusila berdurasi lebih dari 13 menit tersebut. Klarifikasi itu disampaikan langsung di hadapan Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi.
"Saya berani bersumpah, bukan saya di dalam video tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Joko Jumadi menegaskan tudingan yang beredar di media sosial tidak berdasar. Menurutnya, video asusila tersebut tidak melibatkan mahasiswa Unram, termasuk peserta KKN di Lombok Timur.
(dpw/dpw)