detikBali
Round Up

Akhir Pelarian Buronan Interpol Paling Dicari di Eropa Usai Diringkus di Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Akhir Pelarian Buronan Interpol Paling Dicari di Eropa Usai Diringkus di Bali


Tim detikBali - detikBali

Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026).
Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026). (Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali)
Denpasar -

Berakhir sudah pelarian pria asal Rumania bernama Costinel-Cosmin Zuleam. Buronan internasional terkait kasus penyiksaan brutal terhadap seorang pengusaha di Kota Sibiu, Rumania, itu diringkus dalam persembunyiannya di Denpasar, Bali.

Nama Cosmin diketahui masuk daftar orang paling dicari di Eropa. Pria asing berusia 33 tahun itu ditangkap tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia bersama jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar, pada Kamis (15/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirreskrimum Polda Bali Kombes I Gede Adhi Mulyawarman mengungkapkan Cosmin merupakan figur sentral dalam kasus kriminalitas di Rumania dan menjadi buronan prioritas aparat penegak hukum Eropa. Menurutnya, kasus penyiksaan tersebut terjadi pada 6 November 2023.

"Cosmin ini juga dikenal sebagai individu yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi. Dia berhasil kabur sehingga menjadi target utama perburuan internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh pengadilan Sibiu, Rumania," kata Adhi saat konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (20/1/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Latar Belakang Kasus

Adhi lantas membeberkan latar belakang kasus penyiksaan yang melibatkan Cosmin. Menurutnya, Cosmin bersama dua orang komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal di Sibiu. Ketiganya kemudian melakukan penyiksaan terhadap korban hingga meninggal dunia.

Tak hanya itu, para pelaku juga mengancam anak perempuan korban menggunakan senjata api sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Setelah melakukan aksi brutal tersebut, komplotan ini membawa kabur jam tangan mewah senilai sekitar 200.000 Euro.

Peristiwa ini mengguncang Rumania dan menjadi perhatian luas aparat penegak hukum di Eropa. Dua rekan Cosmin telah lebih dulu ditangkap masing-masing di Irlandia dan Skotlandia. Keduanya juga telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, Cosmin yang buron menjadi target utama perburuan internasional. Berdasarkan penelusuran, Cosmin diketahui masuk ke Indonesia pada 14 November 2023. Ia terdeteksi melakukan perjalanan dari Chengdu, China, dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Setelah itu, Cosmin berpindah-pindah lokasi hingga akhirnya bersembunyi di Bali. Ia juga pernah mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket sebuah maskapai dari Denpasar menuju Kuala Lumpur.

"Namun, setelah dilakukan pengecekan, yang bersangkutan tidak tercatat dalam data perlintasan," ujar Adhi.

Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol, Kombes Ricky Purnama, mengungkapkan motif kejahatan Cosmin tidak semata perampokan barang berharga. Melainkan juga penguasaan aset digital korban.

"Pada saat yang bersangkutan berusaha merampok pengusaha, yang bersangkutan terdeteksi melakukan upaya penyiksaan untuk mendapatkan akun kripto. Penyiksaan itu dilakukan karena korban berusaha tidak memberikan," ujar Ricky.

Tak hanya menyasar korban utama, Cosmin dan komplotannya juga melibatkan anak perempuan korban dalam rangkaian kejahatan tersebut. Anak korban disebut mengalami ancaman serta tekanan psikologis berat.

"Putri korban juga harus ikut menjadi salah satu yang terlibat dalam tindak kriminal itu. Dan itu dianggap sebagai bentuk kekerasan yang melampaui batas kewajaran terhadap anak-anak. Nah itulah yang membuat Cosmin ini menjadi salah satu the most wanted tersangka di wilayah Eropa," jelas Ricky.

Menikah Siri dengan WNI

Selama bersembunyi di Bali, Cosmin diketahui menikah siri dengan seorang warga negara Indonesia (WNI). Fakta tersebut terungkap saat proses penangkapan Cosmin oleh tim gabungan kepolisian.

"Pada saat kami lakukan penangkapan bersama jajaran Polda Bali, kita dapati status yang bersangkutan telah menikah dengan status siri dengan warga negara Indonesia," kata Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol, Kombes Ricky Purnama.

Selama bersembunyi di Bali, Cosmin menjalani kehidupan secara tertutup dan berupaya tidak menarik perhatian aparat. Menurut Ricky, Cosmin sengaja menjaga profil rendah agar keberadaannya tidak terdeteksi.

"Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok atau low profile, jadi artinya yang berpenghasilan itu justru pasangannya," jelasnya.

Menurut Ricky, pasangan Cosmin tidak mengetahui bahwa pria tersebut merupakan buronan internasional yang tengah diburu aparat penegak hukum. "Pada saat kita tangkap, pasangannya tidak mengetahui bahwa statusnya dalam pelarian," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris NCB-INTERPOL Indonesia Brigjen Untung Widyatmoko mengatakan proses penanganan terhadap buronan tersebut telah memasuki tahap akhir.Penanganan hukum terhadap Cosmin selanjutnya akan dilanjutkan melalui proses persidangan di Rumania.

"Selanjutnya malam ini subjek red notice Interpol atas nama Cosmin akan kami terbangkan ke Bucharest, Rumania," pungkas Untung.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads