detikBali

Keluarga Minta Kematian Bharatu Valdo Diusut, Berharap Prabowo Turun Tangan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Keluarga Minta Kematian Bharatu Valdo Diusut, Berharap Prabowo Turun Tangan


Yurgo Purab - detikBali

Keluarga Bharatu Valdo di kampung halamannya di San Dominggo, Flores Timur, NTT, Rabu (21/10/2026). (Dok Yurgo Purab/detikBali)
Foto: Keluarga Bharatu Valdo di kampung halamannya di San Dominggo, Flores Timur, NTT, Rabu (21/10/2026). (Dok Yurgo Purab/detikBali)
Flores Timur -

Keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez yang tewas ditembak oleh juniornya di Mako Polairud Baharkam, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), meminta Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian terhadap pengusutan kasus tersebut. Keluarga berharap kasus diungkap dengan tuntas dan pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

"Saya sangat terpukul dengan keadaan anak saya begini. Saya minta kepada Bapa Presiden kalau bisa usut tuntas masalah anak saya ini. Hukum seberat-beratnya apa yang membuat anak saya begini," ujar ibunda Bharatu Valdo, Ida Seran, dengan suara terbata-bata dengan linangan air mata di San Dominggo, Larantuka, Flores Timur, NTT, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ida mengenang Valdo sebagai sosok anak yang manja kepada ibunya dan baik kepada siapa saja, terutama teman-temannya. Setiap pulang kampung, Valdo selalu meminta sang ibu memasak makanan kesukaannya.

"Meminta dibuatkan sayur rumpu-rampe, sambal dan ikan basah itu selalu dia minta kalau dia mau pulang," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Firasat Sang Ayah Sebelum Bharatu Valdo Meninggal

Ayah Bharatu Valdo, Antonius Fernandez, pernah merasakan firasat dua hari sebelum Aldo tewas di tangan juniornya. Saat itu, dia mendengar suara yang memanggilnya dua kali pada waktu Subuh.

"Firasat itu dua hari sebelum meninggal, saya masih tidur pagi itu, ada suara panggil 'bapa-bapa' sekitar jam 4 subuh," ujarnya Antonius.

Antonius mengatakan Valdo sudah bercita-cita menjadi polisi sejak kecil. Saat mengikuti berbagai kegiatan karnaval, Valdo selalu mengenakan pakaian polisi. Keinginannya menjadi anggota Polri tidak surut meski sempat tiga kali gagal dalam tes.

"Sudah tes tiga kali namun tidak gol. Umurnya tidak bisa ikut bintara lagi tapi hanya bisa ikut Tamtama. Saya anjurkan untuk kuliah. Tetap tidak mau. Akhirnya saya berusaha agar di Tamtama dan dia gol tes polisi," imbuhnya.

Bagi keluarga, Valdo juga merupakan tulang punggung. Sebagai anak pertama sekaligus satu-satunya anak laki-laki, dia membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membiayai pendidikan adik-adiknya.

"Hingga adiknya kuliah dia yang bantu, dia yang atur. Adiknya perempuan (Della Fernandez) juga tes Polri 2 kali gagal. Sejauh ini dia tulang punggung keluarga," tandasnya.

Keluarga mengaku Valdo tidak pernah bercerita mengenai persoalan dengan senior maupun juniornya. Komunikasi terakhir keluarga dengan Valdo terjadi pada 11 Oktober 2026. Lima hari kemudian, pada 16 Oktober 2026, Valdo ditemukan meninggal dengan luka di bagian kepala, leher, dan betis.

Ayah Bharatu Valdo Minta Motif dan Kronologi Dibuka Kepada Keluarga

Antonius mengaku terpukul atas kematian putra satu-satunya tersebut. Dia meminta proses hukum berjalan transparan dan keluarga mendapat penjelasan mengenai motif serta kronologi kejadian.

"Meninggalnya tidak wajar. Ini juga terjadi di dalam markas mereka sendiri dibunuh sama polisi lagi. Hati ini sangat hancur. Kasus ini harus diproses, transparan dan terbuka. Kami dalam keadaan terluka jangan bikin memunculkan hal-hal yang ditutup-tutupi yang membuat kami tambah sakit. Motifnyanya, kronologinya juga belum," ujarnya.

Adik dan Kerabat Kenang Valdo sebagai Sosok Penyayang

Adik kandung Valdo, Della Fernandez, mengenang kakaknya sebagai sosok yang baik dan selalu berusaha memenuhi keinginan adik-adiknya.

"Kaka kami oranya sangat baik. Dia pernah beli Hp untuk saya sewaktu saya lulus SMA. Kami minta ini diproses hukum," tandasnya.

Adik Valdo lainnya, Bernadeta Diani Fernandez Lewai, juga menyebut kakaknya sebagai sosok yang perhatian dan penyayang. Meski tinggal berjauhan, mereka tetap rutin berkomunikasi.

"Biarpun kami jauh tetapi komunikasi di antara kami pasti terus berjalan. Saya kuliah kebutuhan saya selama kuliah dia yang talangin karena dia yang sudah bekerja," ujarnya sambil menangis.

Bernadeta mengaku terakhir berkomunikasi dengan Valdo pada 11 Oktober 2026, sebelum kakaknya meninggal pada 16 Oktober 2026.
Kerabat Valdo, Yogi, turut mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan masyarakat. Menurutnya, Valdo juga memiliki solidaritas tinggi dan rajin ke gereja.

"Dia sangat membaur dengan masyarakat yang ada. Sangat ramah dan baik. Solidaritasnya tinggi. Rajin ke gereja," tandasnya.

Pantauan detikBali di kediaman keluarga, suasana duka masih terasa. Sejumlah baliho ucapan belasungkawa masih terpasang di depan rumah. Sementara itu, beberapa orang tampak menyiapkan tenda untuk kegiatan doa bersama pada malam hari.



(nor/nor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads