detikBali

Motif Kripto di Balik Penyiksaan Brutal Cosmin hingga Diburu Interpol ke Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Motif Kripto di Balik Penyiksaan Brutal Cosmin hingga Diburu Interpol ke Bali


Abid Ahmad Ibrahim - detikBali

Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026).
Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026). (Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali)
Denpasar -

Buronan internasional asal Rumania, Costinel-Cosmin Zuleam (33), melakukan penyiksaan brutal terhadap seorang pengusaha demi menguasai akses akun kripto milik korban. Aksi kejam itu terjadi di Kota Sibiu, Rumania, dan membuat Cosmin masuk dalam daftar buronan paling dicari di Eropa.

Kepala Bagian Kejahatan Transnasional dan Internasional Ses National Central Bureau (NCB)-Interpol, Kombes Ricky Purnama, mengungkapkan bahwa motif kejahatan Cosmin tidak semata perampokan barang berharga, melainkan juga penguasaan aset digital korban.

"Pada saat yang bersangkutan berusaha merampok pengusaha, yang bersangkutan terdeteksi melakukan upaya penyiksaan untuk mendapatkan akun kripto. Penyiksaan itu dilakukan karena korban berusaha tidak memberikan," ujar Ricky, Selasa (20/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ricky menjelaskan, kekerasan tersebut dilakukan secara berulang dan terus meningkat tingkat kebrutalannya. Akibat penyiksaan bertubi-tubi, korban akhirnya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

"Terus akhirnya sampai pada akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia dalam kondisi lemas karena dilakukan penyiksaan bertubi-tubi," katanya.

Libatkan Anak Korban

Tak hanya menyasar korban utama, Cosmin dan komplotannya juga melibatkan anak perempuan korban dalam rangkaian kejahatan tersebut. Anak korban disebut mengalami ancaman serta tekanan psikologis berat.

"Putri korban juga harus ikut menjadi salah satu yang terlibat dalam tindak kriminal itu. Dan itu dianggap sebagai bentuk kekerasan yang melampaui batas kewajaran terhadap anak-anak. Nah itulah yang membuat Cosmin ini menjadi salah satu the most wanted tersangka di wilayah Eropa," jelas Ricky.

Peristiwa kriminal itu terjadi pada 6 November 2023. Saat itu, Cosmin bersama dua orang rekannya menyusup ke rumah korban, melakukan penyiksaan, dan membawa kabur jam tangan mewah senilai sekitar 200.000 euro. Dua rekan Cosmin telah lebih dulu ditangkap di Irlandia dan Skotlandia, lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sementara Cosmin berhasil melarikan diri dan terdeteksi masuk ke Indonesia pada 14 November 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia kemudian bersembunyi di Bali hingga akhirnya ditangkap pada 15 November 2026.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia bersama jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar.




(dpw/dpw)










Hide Ads