Jejak Lampau

Teror Si Codet, Predator 12 Anak yang Gemparkan Bali

Ahmad Firizqi Irwan - detikBali
Jumat, 24 Okt 2025 15:07 WIB
Foto: Sketsa wajah Si Codet, pelaku pemerkosan belasan bocah di Batam dan Bali. (Dok. Polresta Denpasar)
Denpasar -

Periode Februari hingga April 2010 menjadi masa-masa mencemaskan bagi para orang tua yang memiliki anak kecil di Denpasar, Bali. Nyaris saban minggu ada berita pemerkosaan terhadap bocah perempuan yang duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Pemerkosaan terhadap bocah-bocah itu menggemparkan Pulau Dewata. Terlebih, pelaku tak kunjung tertangkap. Hingga akhirnya polisi menyebar sketsa wajah sosok pria muda.

Tak lama setelah sketsa disebar, Mochammad Davis Suharto alias Si Codet berhasil ditangkap pada 16 Mei 2010. Tim gabungan Polresta Denpasar dan Polda Bali meringkus Codet di wilayah Kuta, Badung. Dia adalah predator anak yang selama ini menebar teror di Denpasar. Davis dipanggil Codet karena ada tanda bekas luka di wajahnya.

Dirangkum dari detikNews dan berbagai sumber, penangkapan pria yang saat itu berusia 30 tahun itu menguak fakta mengejutkan. Ternyata Codet tak cuma beraksi di Denpasar. Dia juga melakukan tindakan bejat di Batam, Kepulauan Riau.

Bahkan, di sana korbannya lebih banyak. Codet mengaku di Denpasar sudah memerkosa lima bocah perempuan, sementara di Batam tujuh bocah. Tindakan keji di Batam itu berlangsung pada April hingga September 2009.

Modus Si Codet

Pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu mengungkapkan modusnya kepada penyidik saat merayu korban untuk melancarkan aksi kejinya. Mengendarai motor, Codet mengajak korbannya pergi dan seketika membawa anak kabur ke tempat yang sepi. Ada beberapa wilayah di Denpasar yang disebut menjadi tempat pemerkosaan.

Beberapa tempat kejadian perkara (TKP) yakni, satu di Jalan Mahendradata, satu di Renon, dan tiga lokasi di Suwung, Denpasar Selatan.

Korban diseret ke lahan kosong atau semak-semak, kemudian melancarkan aksinya tanpa ada rasa kasihan. Jika melawan, Codet tidak segan-segan melakukan kekerasan seperti mencekik leher hingga korban pingsan.

Seusai melakukan aksinya, korban ditinggal dengan kondisi yang membuat histeris keluarganya. Ada yang pingsan, kelamin korban berdarah dan ada juga yang diantar kembali ke lokasi terdekat penjemputan alias lokasi awal bujuk rayu codet ke korbannya.




(hsa/hsa)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork