Edan! Kakek Ini Kumpulkan 72 Pria untuk Perkosa Istrinya

Internasional

Edan! Kakek Ini Kumpulkan 72 Pria untuk Perkosa Istrinya

Tim detikNews - detikBali
Jumat, 06 Sep 2024 10:51 WIB
Pria di Prancis dituduh merekrut puluhan orang untuk memperkosa istrinya
Seorang pria di Prancis diadili karena merekrut puluhan pria untuk memerkosa istrinya. (Foto: BBC World)
Denpasar -

Seorang pria di Prancis diadili karena berulang kali membius dan memerkosa istrinya. Dia bahkan dituding mengumpulkan puluhan pria untuk memerkosa sang istri.

Dilansir dari detikNews, polisi mengidentifikasi sedikitnya 92 kasus pemerkosaan terhadap perempuan tersebut. Pemerkosaan itu dilakukan oleh 72 pria yang direkrut oleh pria itu.

Kasus ini menggemparkan Prancis karena skala kejahatan berat tersebut yang begitu besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diperkosa Berkali-kali Selama Satu Dekade

Pria yang duduk sebagai terdakwa itu bernama Dominique P. Dia kini berusia 71 tahun.

Dia dituduh merekrut sejumlah pria secara daring untuk datang ke rumahnya dan melakukan kekerasan seksual terhadap istrinya selama lebih dari satu dekade.

ADVERTISEMENT

Perempuan itu dibius hingga tak sadarkan diri sampai tidak menyadari bahwa pemerkosaan telah berulang kali terjadi. Korban, yang kini berusia 72 tahun, baru mengetahui penganiayaan tersebut pada tahun 2020 setelah diberitahu polisi.

"Persidangan ini akan menjadi cobaan yang mengerikan baginya," kata pengacara korban, Antoine Camus, dikutip dari detikNews, Jumat (6/9/2024).

Sebab, ini akan menjadi kali pertama baginya melihat bukti video atas pemerkosaan yang dilakukan terhadapnya.

"Untuk pertama kalinya, dia harus menyaksikan pemerkosaan yang dialaminya selama lebih dari 10 tahun," kata Camus.

Dominique P diselidiki oleh polisi setelah sebuah insiden pada September 2020, ketika seorang penjaga keamanan memergokinya diam-diam merekam bagian bawah rok tiga perempuan di sebuah pusat perbelanjaan.

Polisi kemudian menemukan ratusan foto dan video istrinya di komputernya. Dalam video tersebut, sang istri tampak tak sadarkan diri.

Rekaman video tersebut diduga memperlihatkan puluhan pemerkosaan yang dilakukan di rumah pasangan tersebut. Kekerasan seksual tersebut diduga dimulai pada tahun 2011.

Penyelidik juga menemukan obrolan di situs, tempat Dominique P diduga merekrut orang asing untuk datang ke rumah mereka dan memerkosa istrinya.

Dia mengaku kepada penyidik bahwa dia memberi istrinya obat penenang yang kuat termasuk obat untuk mengurangi kecemasan yang kemudian membuat istrinya tak sadarkan diri.

Dia dituding turut serta dalam pemerkosaan, merekamnya, dan mendorong orang lain menggunakan bahasa yang merendahkan martabat. Namun demikian, jaksa menemukan aksi ini tidak melibatkan uang. Tidak ada uang yang berpindah tangan.

Para terdakwa pemerkosa berusia antara 26 dan 74 tahun berasal dari semua lapisan masyarakat dan meskipun sebagian besar berpartisipasi satu kali, beberapa lainnya berpartisipasi hingga enam kali.

Pembelaan mereka adalah bahwa mereka membantu pasangan tersebut mewujudkan fantasi mereka, tetapi Dominique P mengatakan kepada para penyelidik bahwa semua orang tahu bahwa istrinya telah diberi obat bius tanpa sepengetahuannya.


Dominique P, yang mengatakan dia diperkosa saat berusia sembilan tahun, siap menghadapi keluarganya dan istrinya, kata pengacaranya Beatrice Zavarro.

Dia pernah didakwa atas tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan pada 1991 yang dibantahnya serta tuduhan percobaan pemerkosaan pada 1999, yang diakuinya setelah pengujian DNA.

Sidang yang diadakan di Parc des Expositions di Avignon, Prancis selatan, akan berlangsung hingga 20 Desember mendatang.

Dalam sidang perdana yang digelar pada Senin (2/9), korban muncul di pengadilan didampingi oleh ketiga anaknya, menurut kantor berita AFP.

Pengacara perempuan tersebut, Antoine Camus, mengatakan bahwa dia bisa saja memilih persidangan secara tertutup, tetapi itulah yang diinginkan para penyerangnya.

Camus menambahkan bahwa korban menghendaki sidang ini digelar secara terbuka demi meningkatkan kesadaran publik akan kekerasan seksual dan pembiusan hingga tak sadarkan diri.




(dpw/gsp)

Hide Ads