Kasus Pornografi-UU ITE

Pasutri Buat-Jual Video Seks di Medsos Ternyata Asal Karangasem

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Minggu, 14 Agu 2022 08:24 WIB
Konferensi pers kasus pasangan suami istri (pasutri) di Bali yang menjual video seks melalui grup Telegram berbayar.
Konferensi pers kasus pasangan suami istri (pasutri) di Bali yang menjual video seks melalui grup Telegram berbayar. Foto: I Wayan Sui Suadnyana/detikBali
Denpasar -

Pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Gianyar, Bali, pembuat video seks dan menjualnya di media sosial berinisial GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30), ternyata berasal dari Kabupaten Karangasem. Pasutri tersebut merantau ke Kabupaten Gianyar.

"Aslinya Karangasem, tapi dia merantau ke Gianyar, tinggal di sebuah rumah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya saat ditemui detikBali di Denpasar, Sabtu (13/8/2022).

Dari perkawinan keduanya, mereka telah dikarunia dua orang anak. Anak yang kedua masih berusia sekitar sepuluh bulan, sehingga polisi tidak melakukan penahanan terhadap istri dari pasutri tersebut.


Menurut Ambariyadi, pihaknya kini masih mendalami motif utama dari pasutri tersebut atas tindakannya membuat video seks, lalu menjualnya di media sosial. Menurutnya, kemungkinan motifnya bukan permasalahan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Ambariyadi bukan tanpa alasan. Sebab mereka membuat konten video, kemudian mempromosikannya di Twitter dan menjualnya di grup Telegram sejak 2019, artinya sebelum pandemi COVID-19. Di sisi lain, pasutri tersebut juga mempunyai usaha toko fotokopi. Sebelum pandemi COVID-19, suami dari pasutri tersebut juga bekerja sebagai pemandu wisata.

"Dia punya usaha fotokopi dan suaminya pemandu wisata," ungkap perwira menengah (pamen) Polri yang sempat menjabat sebagai Kapolres Probolinggo Kota itu.

Seperti diketahui, dua orang berstatus sebagai pasutri ditangkap Tim Sub Direktorat (Subdit) V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali terkait kasus jual-beli video seks melalui grup Telegram berbayar.

Keduanya kini dikenakan Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4, Pasal 10 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan/atau Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka terancam hukuman maksimal 12 tahun dan minimal 6 bulan penjara.

Hingga saat ini polisi telah melakukan penahanan terhadap GGG. Sementara itu, perempuan berinisial Kadek DKS tidak ditahan dikarenakan mempunyai anak kecil yang mesti dirawat.



Simak Video "Geger Sejoli Berpakaian Adat Bali Mesum di Mobil Usai Melukat"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)