Korupsi LPD Anturan

8 Pengurus LPD Anturan Kembalikan Polis Asuransi-Uang Reward

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 17:46 WIB
Penyidik saat menerima Bukti Polis Asuransi dari pengurus LPD Adat Anturan, Selasa (9/8/2022).
Foto: Penyidik saat menerima Bukti Polis Asuransi dari pengurus LPD Adat Anturan, Selasa (9/8/2022). (istimewa)
Buleleng -

Sebanyak 8 orang pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Adat Anturan menyerahkan polis asuransi swasta yang mereka terima kepada Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Selasa (9/8/2022). Mereka mengakui sumber pembayaran asuransi tersebut berasal dari kas LPD Adat Anturan.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Buleleng Anak Agung Ngurah Jayalantara mengatakan bahwa setelah dilakukannya penggeladahan di kantor LPD Adat Anturan beberapa waktu yang lalu, sejumlah pengurus mendatangi kantor Kejari Buleleng dengan menyerahkan bukti polis asuransi. Mereka total berjumlah 8 orang dengan inisial S, PS, PA, GA, KD, AS, PS dan KR.

Polis asuransi itu berasal dari sebuah perusahaan asuransi. Dimana polis asuransi tersebut telah direstrukturasi dikarenakan permasalahan pada perusahaannya di pusat. Sehingga Polis asuransi mereka yang dibayar menggunakan uang LPD Adat Anturan akan dicairkan secara bertahap selama 4 kali sampai dengan tahun 2025.


"Penyidik telah menerima polis asuransinya dari pengurus, dan selanjutnya polis asuransi tersebut akan disita oleh tim penyidik untuk dijadikan sebagai barang bukti dalam berkas perkara nanti," kata Kasi Intelijen Kejari Buleleng Anak Agung Ngurah Jayalantara saat dikonfirmasi detikBali, Selasa (9/8/2022).

Selain menyerahkan bukti polis asuransi kepada penyidik, mereka juga menyerahkan uang reward kaveling tanah yang diterima dari tersangka Nyoman Arta Wirawan. Dimana 6 orang diantaranya yakni S, PA, GA, KD, AS, dan PS masing-masing menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada penyidik. Kemudian pengurus dengan inisial PS dan KR mengembalikan uang reward dari keuntungan kaveling tanah LPD Adat Anturan secara mencicil sebesar Rp 1.750.000 dan sebesar Rp 1 juta kepada Penyidik.

"Sedangkan sisa tunggakan mereka yang nilainya mencapai Rp 30 juta akan dibayarkan dengan cara mencicil dan berjanji akan kembalikan sesegera mungkin kepada Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng," katanya.

Lanjut Jayalantara menyebut bahwa dihari yang sama penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka Nyoman Arta Wirawan. Penggeledahan disaksikan oleh Perbekel Desa Anturan, Kelian Adat Desa Anturan, dan Babinkantibmas Desa Anturan. Penggeledahan yang berlangsung dari pukul 15.00 Wita itu berhasil mengamankan 4 buah dokumen berupa kwitansi jual beli tanah, berita acara paruman, berita acara penunjukan desa adat dan berita acara terkait hak dan kewajiban pengurus LPD Anturan.

"Penggeledahan yang berlangsung 2 jam berjalan dengan lancar yang selanjutnya di lakukan penyitaan terhadap dokumen yang ditemukan tersebut," tukasnya.



Simak Video "2 Terpidana Kasus Jiwasraya Akan Jalani Hukuman Bui Seumur Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)