Polisi Bekuk 2 Pembobol Minimarket di Kuta Selatan, Satu Buron

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Kamis, 04 Agu 2022 11:35 WIB
Dua pelaku pembobolan Alfamart di Jalan Siligita Nomor 55, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung dihadirkan saat konferensi pers oleh Ditreskrimum Polda Bali, Kamis (4/8/2022).
Dua pelaku pembobolan Alfamart di Jalan Siligita Nomor 55, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung dihadirkan saat konferensi pers oleh Ditreskrimum Polda Bali, Kamis (4/8/2022). Foto: I Wayan Sui Suadnyana
Denpasar -

Pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali membekuk dua orang pelaku pembobolan minimarket bernama Roy Pambudi (44) dan Slamet Haiyadi (44). Kedua pelaku dibekuk usai melakukan pembobolan Alfamart di Jalan Siligita Nomor 55, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Senin (4/7/2022) sekitar pukul 06.10 Wita.

Polisi menangkap kedua pelaku di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (29/7/2022). Komplotan sebenarnya terdiri dari tiga orang pelaku. Hanya saja, satu orang pelaku berinisial ST masih buron dan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi. Mereka membobol minimarket dengan menjebol tembok belakang.

"Modusnya adalah pelaku inisial RP dan SH melakukan observasi kemudian menentukan hari H-nya kemudian melakukan pencurian dengan membobol tembok di belakang swalayan tersebut," kata Wadirreskrimum Polda Bali AKBP Suratno saat konferensi pers di kantornya, Kamis (4/8/2022).



Suratno mengungkapkan, modus pembobolan minimarket dengan menjebol tembok dari belakang sering terjadi. Setelah menjebol tembok belakang minimarket, pelaku langsung mengambil barang-barang yang ada di dalam.

"Modus ini cukup sering terjadi di wilayah Bali kalau nggak salah ada tiga empat TKP yang sama. Jadi pelaku membobol tembok di belakang kemudian mengambil barang-barang di dalam," ungkapnya.

Dalam pembobolan di Alfamart Jalan Siligita Nomor 55, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini, kerugian yang dialami oleh korban yakni berupa uang yang ada di laci kasir dan rokok senilai Rp 44.150.917.

"Kerugian cukup lumayan karena diambil adalah uang tunai yang ada di kasir dan rokok yang barang berharga yang mudah untuk dijual. Kalau kebetulan mungkin di brankas atau di kasirnya ada ratusan juta, ya pasti mereka ambil," kata dia.

"Cuma kebetulan untungnya juga, sudah malang pun kita masih untung, beruntungnya tidak terlalu banyak yang ditaruh di brankas. Totalnya dengan rokok Rp 44 juta sekian," imbuhnya.

Kejadian pembobolan minimarket itu diketahui setelah karyawan Alfamart yang melakukan shift pagi mendapati bahwa tempat kasir dan rokok sudah dalam keadaan berantakan. Karyawan juga menemukan bahwa tembok Alfamart bagian belakang sudah dijebol.

Pihak Alfamart kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Polisi kemudian melakukan penelusuran atas adanya kejadian tersebut.

Suratno menuturkan, bahwa pihaknya memerlukan waktu atau perjalanan yang panjang dalam mengungkap kasus pembobolan minimarket tersebut. Sebab, pelaku merupakan kelompok atau komplotan yang sering bermain dengan modus membobol Alfamart.

Setelah dilakukan penelusuran yang panjang, pihaknya di Ditreskrimum Polda Bali akhirnya mendapatkan data atau informasi bahwa pelaku berada di wilayah Pulau Jawa. Dua pelaku akhirnya berhasil dibekuk di Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Pertama (informasinya) ada di Banyuwangi. Setelah kita kunjungi ke Banyuwangi ternyata lari ke Solo. Setelah dibuntuti di Solo ternyata lari lagi ke Surabaya. Akhirnya kita tangkap di wilayah Surabaya," jelas Suratno.

Usai ditangkap, polisi kemudian melakukan interogasi terhadap kedua pelaku. Dari interogasi itu dapatkan bahwa salah satu pelaku yakni Roy Pambudi sudah melakukan kejahatan yang sama di wilayah DKI Jakarta.

"Setelah kita interogasi ternyata ya saudara RP ini sudah pernah melakukan kejahatan yang sama di wilayah Jakarta. RP ini orang Lampung. Slamet orang Banyuwangi. Dan si RP ini residivis tindak pidana yang sama," tegas Suratno.

Dari penangkapan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa dua buah besi linggis yang digunakan untuk menjebol tembok, satu buah gunting besi yang dipakai untuk memotong besi beton, satu buah bor manual, dan satu buah besi yang digunakan untuk memotong gembok brankas.

"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kemudian kita lakukan pemeriksaan sekarang dalam proses. Dan dari hasil yang didapatkan ini adalah alat yang digunakan, jadi modusnya (penjebolannya) di bor dulu bikin titik-titik, kemudian baru dilinggis," paparnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor merek Honda Vario 150CC berwarna hitam dengan nomor polisi P 5992 VI yang dibeli dari hasil kejahatan.

Mereka kini telah menjadi tersangka dan disangkakan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat). Kedua pelaku terancam mendapatkan hukuman selama sembilan tahun penjara.




Simak Video "2 Wanita Spesialis Pembobol Minimarket Dibekuk Polda Metro"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/irb)