detikBali

5 Permainan Tradisional NTT dan NTB, Ada Rangkuk Alu hingga Motu

Terpopuler Koleksi Pilihan

5 Permainan Tradisional NTT dan NTB, Ada Rangkuk Alu hingga Motu


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Wisatawan bergabung bersama penari saat tarian Rangkuk Alu.
Foto: Wisatawan bergabung bersama penari saat tarian Rangkuk Alu. (Istimewa)
Denpasar -

Ketika beranjak dewasa, terkadang kita merindukan memori masa kecil yang selalu terkenang. Salah satu hal yang susah dilupakan adalah permainan tradisional seperti ular tangga, petak umpet, lomba balap karung, dan lain sebagainya. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga memiliki permainan tradisional yang dikembangkan secara turun-temurun.

Permainan tradisional yang menjadi bagian dari kebudayaan daerah masyarakat NTT dan NTB ini berguna sebagai alat komunikasi untuk mempererat hubungan persaudaraan dalam masyarakat. Umumnya, permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak ini membawa kegiatan positif seperti berolahraga dan nilai-nilai bekerja sama dan gotong royong. Berikut daftar permainan tradisional dari beberapa daerah di NTT dan NTB yang harus kalian tahu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Rangkuk Alu

Tari Rangkuk AluTari Rangkuk Alu Foto: Bonauli/detikcom

Permainan tradisional Rangkuk Alu berasal dari Manggarai, Flores, NTT. Berbeda dari permainan lainnya, Rangkuk Alu yang juga berkembang sebagai sebuah tarian ini biasanya dipentaskan dengan iringan musik tradisional seperti gendang dan gambang.

ADVERTISEMENT

Cara memainkannya pun cukup unik karena Rangkuk Alu membutuhkan susunan bambu yang akan dimainkan oleh beberapa pemain dengan cara melompat-lompat untuk menghindari jepitan bambu-bambu yang digerakkan. Pola gerakan sederhana yang menciptakan seni yang khas ini biasanya ditampilkan oleh para remaja saat musim panen raya.

2. Banga atau Tika Welu

Hampir menyerupai permainan lempar kelereng, Banga adalah salah satu permainan tradisional dari Manggarai, NTT, yang sangat populer. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih dan memerlukan biji kemiri sebagai media utamanya.

Cara bermainnya pun cukup sederhana. Mula-mulanya, anak-anak harus membuat sebuah lingkaran atau yang biasanya disebut ngembo di atas permukaan tanah. Lalu, menyusun biji-biji kemiri yang kecil ke dalam lingkarang.

Permainan dimulai ketika mereka membuat barisan untuk melemparkan biji kemiri dengan ukuran yang lebih besar atau erang ke dalam lingkaran secara bergantian. Nantinya, pemenang akan ditentukan jika ada pemain yang berhasil membuat biji-biji kemiri kecil di dalam lingkaran itu terpental.

3. Tali Merdeka

Dalam bahasa Manggarai, Main Tali Merdeka atau lompat tali adalah permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia. Hanya dengan berbekal seutas tali dari karet, dengan riang gembira anak-anak bisa memainkan permainan yang cukup sederhana ini.

Biasanya, Main Tali Merdeka dimainkan oleh 4 orang dengan berpasangan untuk bergantian melompat-lompat ke dalam tali karet yang harus terus diayunkan. Pemain yang berhasil melompat hingga babak terakhir itulah pemenangnya.

4. Dengkleng

Dengkleng adalah permainan tradisional di Lingkungan Sebok, Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. (Dok. budaya-indonesia.org)Dengkleng adalah permainan tradisional di Lingkungan Sebok, Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. (Dok. budaya-indonesia.org)

Dengkleng merupakan permainan anak yang berasal dari daerah Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. Mungkin detikers cukup familiar dengan permainan ini karena juga bisa dijumpai di daerah-daerah lain di Indonesia.

Untuk memainkan Dengkleng, anak-anak harus membuat kotak-kotak dari kapur yang digambar diatas permukaan kasar seperti aspal. Lalu, setiap pemain harus melemparkan batu ke salah satu kotak tersebut yang kemudian harus dilewati dengan cara melompat. Pemain harus terus melakukan cara yang sama hingga mencapai kotak paling atas.

5. Motu

Motu atau yang biasa dikenal dengan congklak adalah permainan khas Sumba Timur, NTT, dengan memanfaatkan tanah atau pasir sebagai medianya. Permainan tradisional ini cukup sederhana, anak-anak hanya perlu menggali pasir dengan ukuran yang tidak terlalu dalam.

Lalu, mereka membagikan biji ke lubang pasir yang kecil dan besar. Lubang yang tidak terisi oleh biji akan merugikan pemainnya. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah biji-bijian yang paling banyak dalam lubang yang mereka buat.

Nah, itu dia daftar beberapa permainan tradisional yang masih sering dimainkan anak-anak di daerah NTT dan NTB. Semoga ilmu ini bermanfaat ya, detikers!




(nor/nor)










Hide Ads