detikBali

Pria Singapura Sembunyikan Jasad Pacar, Ditumpuk Boneka-Nyalakan Air Purifier

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pria Singapura Sembunyikan Jasad Pacar, Ditumpuk Boneka-Nyalakan Air Purifier


Putu Yonata Udawananda - detikBali

Konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7/2026).
Konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7/2026). (Foto: Putu Yonata/detikBali)
Denpasar -

Pria asal Singapura, MZ (25), berupaya menghilangkan jejak usai membunuh pacarnya, AS (26), di sebuah rumah kontrakan di kawasan Pedugan, Denpasar Selatan. Jasad AS dipindahkan ke kamar lain, ditutupi tumpukan boneka dan karpet, lalu pelaku menyalakan air purifier untuk menyamarkan bau busuk.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/7/2026). MZ membunuh AS dengan mencekiknya selama sekitar 15 menit. Setelah korban meninggal, pelaku memindahkan jasadnya ke kamar lain dan menyembunyikannya di bawah tumpukan boneka serta karpet.

Tak berhenti di situ, MZ juga menggunakan air purifier dengan harapan bau busuk dari jasad korban tidak tercium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk menghilangkan baunya tadi, pengakuan pelaku dia mencoba menggunakan air purifier. Ya, tapi tetap tercium oleh adik korban," ungkap Wakapolresta Denpasar, AKBP I Ketut Widiarta dalam konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Kamis (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

Upaya tersebut gagal. Bau busuk tetap tercium saat adik korban datang ke lokasi kejadian lima hari setelah pembunuhan. Jasad AS akhirnya ditemukan oleh adiknya ketika memergoki pelaku di rumah kontrakan tersebut.

Selain mengungkap cara pelaku menyembunyikan jasad, kepolisian juga menemukan MZ telah melebihi izin tinggalnya di Indonesia. Pelaku diketahui datang ke Indonesia sekitar satu tahun lalu menggunakan visa wisata.

"Pelaku sudah berada di wilayah Indonesia diperkirakan 1 tahun dan dalam status overstay," imbuhnya.

Saat ini MZ telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Polisi juga masih berkoordinasi dengan Kepolisian Singapura untuk menelusuri rekam jejak kriminal pelaku di negara asalnya.

"Masih kita jalin komunikasi, kita meminta track record juga dari pelaku," pungkas Widiarta.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads