detikBali

PAD Bali Baru Rp 2,4 T, Koster Minta OPD Lebih Inovatif

Terpopuler Koleksi Pilihan

PAD Bali Baru Rp 2,4 T, Koster Minta OPD Lebih Inovatif


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Rakor Evaluasi dan Optimalisasi PAD 2026 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026).
Rakor Evaluasi dan Optimalisasi PAD 2026 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. Pemprov Bali)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh kepala OPD Pemprov Bali lebih inovatif dan bekerja maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD 2026.

Hal itu disampaikan Koster saat Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi PAD 2026 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026).

"Kita banyak program tak akan bisa berjalan kalau tanpa ada dukungan anggaran. Jangan kerja biasa-biasa aja datang jam delapan pulang jam empat," kata Koster melalui keterangan tertulis yang diterima detikBali, Rabu (19/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koster ingin seluruh kepala OPD bekerja maksimal dan menghadirkan inovasi dalam pengembangan program untuk meningkatkan PAD.

ADVERTISEMENT

"Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali," sambungnya.

Koster juga mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bali mengintensifkan pola jemput bola untuk mengejar tunggakan pajak kendaraan agar masyarakat dapat memenuhi kewajiban pajak.

Selain itu, Koster meminta sejumlah pelayanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial dilakukan dengan meniru pola swasta dalam pengelolaannya.

Per 14 Agustus 2026, PAD Bali baru mencapai Rp 2,4 triliun atau 58 persen dari target induk yang telah ditetapkan sebesar Rp 4,2 triliun. Pendapatan tersebut didominasi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Angka tersebut memenuhi target dari rapat sebelumnya pada April 2026 yang telah disepakati harus meningkat 10 persen.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads