detikBali

AHY Usul Tambah Kapasitas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

AHY Usul Tambah Kapasitas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Menko AHY dan Gubernur Bali Wayan Koster saat jumpa pers usah Rakor Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).
Menko AHY dan Gubernur Bali Wayan Koster saat jumpa pers usah Rakor Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyiapkan dua solusi untuk mengatasi kemacetan saat arus mudik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Kedua langkah tersebut yakni menambah kapasitas pelabuhan dan armada penyeberangan, serta menerapkan rekayasa lalu lintas.

AHY mengatakan penambahan kapasitas pelabuhan perlu dilakukan di sisi Ketapang maupun Gilimanuk. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tiga hari lalu.

"Kemudian termasuk ada Celukan Bawang yang harus juga dioptimalkan. Kemudian dari armada penyeberangan yang dikelola oleh ASDP dan teman-teman yang lain, ini juga harus ditingkatkan kapasitasnya, diperbanyak armadanya termasuk dengan dimensi yang lebih besar," kata AHY usai Rapat Koordinasi Pembangunan Kewilayahan Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menambah kapasitas pelabuhan, AHY menyebut rekayasa lalu lintas dan evaluasi sistem tiba bongkar berangkat menjadi solusi jangka pendek yang bisa segera diterapkan untuk mengurai kemacetan.

ADVERTISEMENT

"Jangka panjang pasti ada upaya untuk pengembangan konektivitas yang lebih baik, multimoda, tapi untuk jangka pendek juga harus dilakukan semacam rekayasa lalu lintas, baik di Bali maupun di wilayah Banyuwangi," tutur dia.

Ketua Umum Partai Demokrat itu berharap kombinasi kedua langkah tersebut mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas sehingga mobilitas penumpang, barang, dan jasa tidak lagi terganggu.

"Tapi juga menyebabkan ketidaknyamanan bahkan bisa menyebabkan orang kelelahan dan sakit dan dehidrasi dan lain sebagainya. Jadi itu yang bisa kita lakukan sementara," jelas AHY.



(dpw/dpw)










Hide Ads