detikBali

Koster Tepis Isu Bandara Ngurah Rai Over Capacity: Pengelolaan Belum Optimal

Terpopuler Koleksi Pilihan

Koster Tepis Isu Bandara Ngurah Rai Over Capacity: Pengelolaan Belum Optimal


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Rakor Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Foto: Rakor Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster membantah kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai over capacity atau kelebihan kapasitas. Ia menilai satu-satunya bandara yang ada di Bali itu perlu dioptimalkan lagi.

"Bandara Ngurah Rai ini sebenarnya belum over capacity, tapi pengelolaannya yang belum optimal, jadi belum efisien dan ini yang harus dioptimalkan betul," kata Koster saat menyampaikan laporan di Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan sudah ada sejumlah rancangan dari Angkasa Pura untuk akses masuk ke bandara agar tidak mengalami kemacetan lagi.

"Termasuk juga adalah akses ke Ngurah Rai dari wilayah-wilayah Badung seperti Canggu, kemudian juga Seminyak dan Legian," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Termasuk, kata Koster, penyediaan transportasi laut water taxi dari bandara ke Canggu yang dirancang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kemudian, Koster berujar, infrastruktur Tol Gilimanuk-Mengwi juga perlu segera dilanjutkan. Berdasarkan hasil rapat dengan Komisi V, rencananya Desember akan dilakukan tender. Ia juga meminta informasi tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Terutama untuk kendaraan logistik. Ini harus diprioritaskan betul supaya isu tahunan macet waktu Lebaran apalagi barengan dengan Hari Raya Nyepi itu luar biasa kemarin, itu sampai menimbulkan kemacetan 20 kilometer. Ini menjadi prioritas kami di Bali," jelas dia.

Koster juga menyampaikan sejumlah perkembangan mengenai infrastruktur di Bali seperti akses yang masih kurang memadai menuju ke daerah Bali utara, timur dan barat, pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang, hingga pembangunan PSEL.

Selain itu, sejumlah persoalan prioritas seperti sampah, kemacetan, ketersediaan air bersih, dan Bali Mandiri Energi juga dibahas.



(nor/nor)









Hide Ads