detikBali

AS Mau Longgarkan Sanksi Minyak ke Iran, Mulai Melunak?

Terpopuler Koleksi Pilihan

AS Mau Longgarkan Sanksi Minyak ke Iran, Mulai Melunak?


Anisa Indraini - detikBali

Perang Iran Memanas: Trump Ancam Luluh Lantakkan Total Rezim Iran
Presiden AS Donald Trump. (Foto: DW (News)
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) mulai melunak terhadap Iran dengan membuka peluang pelonggaran sanksi minyak. Sinyal ini langsung menekan harga minyak dunia pada Jumat (20/3), di tengah upaya meredam lonjakan energi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah kemungkinan segera mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang saat ini tertahan di kapal tanker. Selain itu, untuk menambah pasokan, AS juga membuka peluang pelepasan lanjutan minyak mentah dari cadangan strategis.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang berada di laut, sekitar 140 juta barel," ujar Bessent dikutip dari detikFinance, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak berjangka Brent tercatat turun US$ 1,24 atau 1,1% menjadi US$ 107,41 per barel pada pukul 01.48 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,24 atau 1,3% menjadi US$ 94,90 per barel.

ADVERTISEMENT

Meski turun, harga acuan Brent diperkirakan tetap menguat lebih dari 4% setelah Iran menyerang fasilitas minyak dan gas di negara-negara Teluk yang memaksa penghentian produksi. Di sisi lain, WTI diperkirakan turun hampir 4%.

Presiden AS Donald Trump mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak kembali menyerang infrastruktur energi Iran.

"Saya bilang padanya, 'Jangan lakukan itu' dan dia tidak akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan.

Upaya peningkatan pasokan juga datang dari dalam negeri AS. Produksi minyak mentah di Dakota Utara diperkirakan meningkat pada bulan ini dan bulan-bulan berikutnya.

Kenaikan produksi terjadi setelah operator di negara bagian penghasil minyak terbesar ketiga di AS itu mulai mengaktifkan kembali sumur-sumur yang sebelumnya tidak beroperasi serta pelonggaran pembatasan musim dingin.




(dpw/dpw)










Hide Ads