detikBali

Soal Perang Iran, Menhan AS Minta Rp 3,3 Kuadriliun untuk Bunuh Orang Jahat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Soal Perang Iran, Menhan AS Minta Rp 3,3 Kuadriliun untuk Bunuh Orang Jahat


Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali

President Donald Trump closes his eyes as Defense Secretary Pete Hegseth speaks during a Cabinet meeting at the White House, Tuesday, Dec. 2, 2025, in Washington. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)
Presiden AS Donald Trump dan Menhan Pete Hegseth. (Foto: AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)
Denpasar -

Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth meminta dana lebih dari $200 miliar atau Rp 3,3 kuadriliun dari Kongres untuk membiayai perang Iran. Hegseth menyebut tambahan dana itu untuk keberlangsungan perang di Timur Tengah.

"Mengenai $200 miliar, saya pikir angka itu bisa berubah. Jelas dibutuhkan uang untuk membunuh orang jahat," kata Hegseth, dikutip dari detikNews, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan kembali ke Kongres dan para pejabat di sana untuk memastikan bahwa kami mendapatkan pendanaan yang memadai untuk apa yang telah dilakukan, dan untuk apa yang mungkin harus kami lakukan di masa depan," imbuhnya.

Hegseth mengatakan tidak ada jangka waktu untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Ia menyebut keputusan mengenai berakhirnya perang berada di tangan Presiden Donald Trump.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak ingin menetapkan jangka waktu yang pasti," kata Hegseth.

"Pada akhirnya, akan ada pilihan Presiden, di mana kita mengatakan, 'Hei, kita telah mencapai apa yang perlu kita capai,'" sambungnya.

Perwira militer AS berpangkat tinggi, Jenderal Dan Caine, yang berbicara bersama Hegseth, merinci senjata yang digunakan melawan Iran dan pasukan sekutunya. Caine mengatakan pesawat A-10 Warthog sedang memburu dan menghancurkan kapal serang cepat di jalur perairan Selat Hormuz.

Pesawat A-10 Warthog adalah sejenis pesawat yang dirancang untuk memberikan dukungan udara jarak dekat. Diketahui, Selat Hormuz secara efektif ditutup Iran untuk lalu lintas maritim setelah dimulainya perang.

Caine juga mengatakan bahwa helikopter AH-64 Apache digunakan di Irak untuk menargetkan kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di sana. Ia menyebut beberapa sekutu AS telah mulai menggunakan helikopter serang tersebut untuk melawan drone satu arah yang diluncurkan oleh pasukan Teheran.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads