detikBali

Ramai-ramai Berburu Stok Makanan Jelang Nyepi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ramai-ramai Berburu Stok Makanan Jelang Nyepi


Fabiola Dianira - detikBali

Suasana salah satu supermarket di Denpasar menjelang hari raya Nyepi, Rabu (18/3/2026). (Fabiola Dianira)
Foto: Suasana salah satu supermarket di Denpasar menjelang hari raya Nyepi, Rabu (18/3/2026). (Fabiola Dianira)
Denpasar -

Rini Djaffar mendorong troli berisi berbagai bahan makanan. Untuk menyambut dua hari raya yang datang berdekatan, ia harus menyiapkan stok lebih banyak bagi keluarganya yang berjumlah delapan orang.

Rini merupakan salah satu dari sekian banyak pengunjung sebuah supermarket di Denpasar hari ini, Rabu (18/3/2026). Mereka berjubel di setiap rak dan sibuk memilih beragam bahan makanan. Menjelang perayaan Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri, masyarakat berbondong-bondong datang untuk memastikan kebutuhan rumah tangga tercukupi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rini yang akan merayakan Idulfitri bersama keluarganya itu tidak hanya menyiapkan hidangan Lebaran, tetapi juga kebutuhan selama Nyepi, ketika aktivitas di luar rumah dibatasi. Beragam bahan makanan ia beli, mulai dari sayur, bumbu dapur, makanan ringan, hingga ketupat.

"Ini ada ketupat, ada beras, ada bumbu-bumbu, ada santan, ada macem-macem sih. Untuk keperluan besok Lebaran juga," ujar wanita yang seorang wirausaha itu diwawancarai di salah satu supermarket di Denpasar, Rabu (18/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, perayaan Idul Fitri tahun ini terasa berbeda. Selain menyiapkan hidangan khas Lebaran, ia juga harus menyesuaikan diri dengan suasana Nyepi, termasuk kemungkinan tidak mengikuti takbiran di masjid.

"Kebetulan saya juga muslim, jadi persiapannya seperti biasa, ibadah biasa aja. Cuma nggak ke masjid aja. Di rumah aja, karena kalau perempuan kan nggak wajib," jelas perempuan asal Jakarta itu.

Di sudut lain, Arintia tampak berdiri di antrean kasir yang tampak mengular sambil menenteng keranjang belanja berwarna merah. Berbeda dengan Rini, belanjaannya lebih sederhana. Hanya beberapa sayur, lauk, makanan ringan dan bumbu dapur.

Arin, panggilan akrabnya, hanya menyiapkan kebutuhan pangan untuk satu hari selama Nyepi. Meski sudah dua tahun tinggal di Bali, tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani Nyepi di kos karena sebelumnya selalu mudik.

"Nyiapin bahan makanan untuk dimasak satu hari aja, karena untuk nyepi butuhnya itu kan cuma untuk diri sendiri aja," imbuhnya.

Pertama kalinya merasakan Nyepi, Arin mengaku selain kebutuhan pangan, hal lain yang ia khawatirkan adalah penerangan di dalam rumah. "Yang penting sih makanan. Sama memperhatikan penerangan, jendela ditutup supaya cahaya tidak keluar," ujarnya.

Meski tidak pulang kampung ke Jogja tahun ini, Arin tidak merasa keberatan. Ia justru antusias menjalani pengalaman pertamanya merasakan Nyepi.

"Nggak sedih sih, karena pulangnya nanti sekalian bulan April dan excited juga ngerasain pengalaman Nyepi pertama kali di kos," ucap perempuan 27 tahun itu.

Lonjakan Pengunjung di Supermarket

Nyepi membuat lonjakan pengunjung dirasakan oleh sejumlah pengelola supermarket. Salah satunya gerai Fresindo Sanglah, Denpasar, peningkatan jumlah pembeli hingga 50 persen sudah terlihat sejak empat hari sebelum Nyepi.

"Dari hari Sabtu kemarin, kalau lonjakannya saya perkirakan dari Sabtu kemarin itu ada kenaikan sekitar 40-50 persen," ujar pimpinan operasional Freshindo Sanglah, I Made Ardika.

Menurutnya, pembelian masyarakat didominasi oleh pembelian produk makanan, baik bahan segar maupun makanan ringan. Daging, mi instan, camilan, hingga bahan masakan menjadi produk yang paling banyak dicari.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak supermarket telah menyiapkan berbagai strategi, mulai dari penambahan stok hingga pengaturan jadwal kerja karyawan.

"Kami sih sudah antisipasi dengan adanya lonjakan ini, kita sudah antisipasi jauh-jauh hari dengan membuatkan jadwal lembur dari karyawan tersebut," ucap pria 50 tahun itu.

Hal serupa juga terjadi di supermarket lain di Denpasar. Bahkan, supermarket tersebut mencatat peningkatan pengunjung hingga lebih dari 100 persen dibanding hari biasa.

"Yang ada yang berbelanja di kami luar biasa hingga sampai hari ini. Kenaikan Itu bisa sampai lebih dari 100 persen," jelas Chief Operational Tiara Dewata Cabang Tukad Yeh Aya, Made Budana.

Buah-buahan juga menjadi salah satu produk yang banyak diburu masyarakat menjelang Nyepi, selain bahan makanan. Hal ini karena berkaitan dengan upacara dan upakara yang diadakan menjelang Nyepi.

"Dan juga ada buah, karena ada perayaan nyepi, jadi itu berkaitan untuk upakara," ucapnya.

Prediksi lonjakan ini membuat telah ia antisipasi dengan menambah jumlah staf operasional serta mempercepat proses di kasir agar antrean tidak terlalu panjang.




(hsa/hsa)











Hide Ads