Libur panjang saat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun 2026 belum memberikan dampak signifikan terhadap hunian hotel di Karangasem yang sampai sekarang masih lesu. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa mengungkapkan okupansi atau tingkat hunian hotel hanya berkisar 20 sampai 40 persen, tak jauh beda dibanding hari biasa.
"Sebenarnya kami berharap pada momen libur Nyepi dan Idul Fitri tahun ini tingkat hunian hotel bisa mencapai 60 persen. Tapi kenyataannya masih sepi," kata Kariasa, Rabu (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kariasa menduga Nyepi dan Lebaran yang hampir berbarengan turut andil terhadap lesunya hunian hotel. Dia pun berharap setelah Nyepi kondisi bisa berubah.
"Saya harap, setelah Nyepi ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang menginap sehingga target 60 persen tingkat hunian bisa tercapai," harap Kariasa.
Berkaca dari tahun sebelumnya setelah hari raya Nyepi biasanya ada beberapa wisatawan domestik yang menginap sembari berlibur ke beberapa destinasi wisata di Karangasem. "Semoga tahun ini juga begitu," ucapnya.
Menurut Kariasa, Kondisi saat ini juga diperparah dengan adanya gejolak di wilayah Timur Tengah yang berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara. Tercatat, beberapa wisatawan dari Eropa dan sekitarnya memilih untuk membatalkan kunjungannya.
(hsa/hsa)










































