detikBali

Cerita Pemudik Gratis, Sempat Dua Hari di Terminal Ubung Berburu Tiket

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cerita Pemudik Gratis, Sempat Dua Hari di Terminal Ubung Berburu Tiket


Ahmad Abid Ibrahim - detikBali

Momen para peserta mudik gratis Polda Bali ketika ingin menaikin armada bus yang telah disediakan di Terminal Ubung, Rabu (18/3/2026).
Foto: Momen para peserta mudik gratis Polda Bali ketika ingin menaikin armada bus yang telah disediakan di Terminal Ubung, Rabu (18/3/2026). (Ahmad Abid Ibrahim/detikBali)
Denpasar -

Program mudik gratis yang digelar Polda Bali tak hanya membantu warga pulang kampung, tetapi juga memberi kelegaan bagi para perantau yang kesulitan mendapatkan tiket dengan harga terjangkau.

Salah satu peserta, Aldo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, mudik gratis menjadi solusi di tengah mahalnya harga tiket jelang hari raya.

"Kalau menurut saya sih cukup membantu ya, sangat membantu malah. Karena dengan adanya mudik gratis ini bisa menghemat biaya, juga orang-orang yang perantauan juga bisa menabung untuk pulang mudik," ujarnya saat ditemui di Terminal Ubung, Denpasar, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan harga tiket ke Surabaya saat momen libur bisa melonjak cukup tinggi. "Tiket ke Surabaya kalau hari libur gini Rp 370 ribu sampai Rp 500 ribuan lebih," katanya.

ADVERTISEMENT

Aldo juga menuturkan dirinya memilih mudik di waktu yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi karena kesulitan mendapatkan tiket yang terjangkau.

"Nah, itu lagi-lagi karena faktor tiket susah pertama, lebih mahal juga harganya kalau lagi liburan, dengan adanya ini lumayan sangat terbantu," ujarnya.

Bahkan, Aldo sudah berada di Terminal Ubung selama dua hari untuk mencari tiket sebelum akhirnya mengetahui adanya program mudik gratis dari Polda Bali.

"Saya sudah dua hari di sini karena belum dapat tiket dengan harga yang terjangkau. Kebetulan ada teman yang kabarin kalau ada mudik gratis dari Polda Bali, jadi saya langsung daftar dan ternyata masih dapat tiketnya," ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan Aji Pangestu, peserta lainnya yang hendak pulang ke Lampung. Ia menilai program mudik gratis tak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan rasa aman selama perjalanan.

"Dengan adanya mudik gratis ini, ya lebih menghemat biaya perjalanan, dan kedua rasa amannya pasti ada," ujarnya.

Aji mengaku mengetahui program tersebut secara tidak sengaja saat berada di terminal. Ia pun langsung mendaftar dan bersyukur prosesnya berjalan lancar.

"Tahunya datang ke sini melihat ada mudik gratis, ya daftar. Alhamdulillah diterima dengan baik juga cara proses daftarannya," katanya.

Meski harus menghadapi antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Aji mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia bahkan siap jika harus tertahan akibat penutupan sementara saat Hari Raya Nyepi.

"Nggak apa-apa, Pak. Kita ikut aturan saja, yang penting pulang kampung," ujarnya.

Aji berencana turun di Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lampung dengan bus lain. Ia memperkirakan akan tiba di kampung halamannya pada malam hari keempat setelah Hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya, Polda Bali telah memberangkatkan program mudik gratis secara bertahap dengan total 25 bus untuk mengangkut sekitar 900 pemudik dari berbagai wilayah di Bali menuju sejumlah kota di Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Surabaya, Semarang, Bandung, hingga Jakarta. Program ini digelar untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung di tengah tingginya harga tiket serta meningkatnya mobilitas menjelang Hari Raya Idul Fitri.




(hsa/hsa)










Hide Ads