Hari Batik Nasional

Orderan Endek Sidemen Karangasem Turun, Dulu Ratusan Kini Belasan

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 02 Okt 2022 16:02 WIB
Salah satu pengusaha tenun endek Arta Nadi Sidemen, Ni Ketut Murni menunjukkan kain tenun produksinya, Minggu (2/10/2022).
Salah satu pengusaha tenun endek Arta Nadi Sidemen, Ni Ketut Murni menunjukkan kain tenun produksinya, Minggu (2/10/2022). Foto: I Wayan Selamat Juniasa
Karangasem -

Orderan Tenun Endek Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali saat ini terus mengalami penurunan. Bahkan penurunannya sangat drastis jika dibandingkan dulu.

Salah satu pengusaha tenun endek Arta Nadi Sidemen, Ni Ketut Murni (52) yang memulai usahanya pada tahun 2004 mengatakan jika dulu dalam sekali order bisa mendapat sekitar 50-100 pesanan. Namun setelah tahun 2012 orderan kain tenun terus mengalami penurunan hingga saat ini hanya mendapat 10-15 pesanan dalam sekali order.

"Dulu dalam sekali order saya bisa menerima pesanan dari 50-100 lembar kain endek bahkan lebih, tapi dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan hingga saat ini hanya ada sekitar 10-15 lembar kain saja. Sangat jauh sekali penurunannya," jelas Murni saat ditemui di tempat usahanya di Banjar Dinas Lantang Katik, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Minggu (2/10/2022).



Murni hanya mendapat sedikit untung dari hasil penjualan endek yang ia produksi. Selain karena sepinya pembeli, beberapa harga bahan baku pembuatan tenun endek melonjak tajam.

Meskipun mengalami penurunan order, Murni mengaku tetap melakukan produksi dengan mempekerjakan sekitar 20 orang penenun, baik yang ada di tempat usahanya maupun yang bekerja dari rumah masing-masing.

"Ada maupun tidaknya orderan kita tetap berproduksi karena kadang-kadang ada pelanggan yang datang langsung ke sini untuk membeli kain endek 1-2 lembar," kata Murni.

Untuk harga satu kain endek milik Ketut Murni, itu tergantung dari motif, bahan, kualitas dan yang lainnya. Jika kain endek sutra harganya mencapai Rp 600 ribu-Rp 700 ribu untuk satu lembar kain endek, sedangkan untuk kain endek double ikat mulai dari Rp 400 ribu, kemudian kain endek biasa Rp 300 ribu.

"Biasanya yang paling laris adalah yang kain endek double ikat. Jadi kita lebih sering memproduksi itu saat ini karena kebanyakan pelanggan cari yang double ikat," ungkap Murni.

Kelebihan Tenun Endek Arta Nadi Sidemen

Proses pembuatan kain endek Sidemen, KarangasemProses pembuatan kain endek Sidemen, Karangasem Foto: I Wayan Selamat Juniasa

Kelebih tenun endek Arta Nadi adalah dari awal proses pembuatannya sampai akhir masih menggunakan cara tradisional. Selain itu, untuk satu lembar kain endek bisa melibatkan hingga 12 orang perajin mulai dari nyepih, ngikat, pewarnaan pencelupan dan yang lainnya hingga terakhir menenun.

"Dari awal proses pembuatan satu kain endek bisa mencapai 1 bulan lebih karena proses awalnya lumayan lama, sedangkan untuk nenun paling satu hari sudah selesai," papar Murni.

Murni juga mengatakan bahwa, kain endek buatannya juga cukup sering ikut pameran UMKM baik yang ada di daerah, luar daerah bahkan sempat juga ke luar negeri. Dengan adanya pameran tersebut ia mengaku cukup terbantu untuk mempromosikan kain endek buatannya walaupun belakangan ini sedang sepi order.



Simak Video "Diduga Hina Batik, Pendukung Sayap Kanan Inggris Tuai Kecaman"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/iws)