Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) masih mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Gianyar, Bali. Sejumlah warga asal Gianyar dan Klungkung bahkan harus berkeliling ke banyak SPBU karena stok Pertalite dan Pertamax ludes dalam hitungan jam.
"Saya sudah cari 10 pom bensin di Klungkung. Tutup semua. Jadi saya terpaksa ke pom bensin ini," kata I Wayan Dani ditemui detikBali di SPBU 54 805 07 Jalan Bypass Darma Giri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Rabu (14/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani mengatakan, dirinya sudah berburu BBM di 10 SPBU di Kabupaten Klungkung sejak pagi. Namun, hasilnya nihil. Banyak SPBU yang kehabisan Pertalite dan Pertamax.
Putus asa, akhirnya Dani memilih bergabung dengan antrean kendaraan lain di SPBU 54 805 07 itu. Pria asal Klungkung itu pun tak peduli jika harus membeli Pertamax jika stok Pertalite di SPBU itu habis sebelum dirinya mendapat jatah.
"Saya beli bensin seadanya. Kalau Pertalite habis, Pertamax juga nggak masalah," kata Dani.
Ni Wayan Ratna Dewi, pengendara motor asal Kecamatan Sukawati, setali tiga uang. Dewi sudah berburu BBM di sejumlah SPBU di Ketewel, SPBU Sakah, SPBU Bedulu, dan SPBU di desa lainnya.
Semua SPBU hanya buka beberapa jam karena kehabisan stok Pertamax dan Pertalite. Situasi itu memaksa Dewi untuk ikut mengantre BBM di SPBU 54 805 05 di Jalan Kemenuh, Kecamatan Sukawati.
"Saya dapat informasi kalau pom bensin ini masih ada. Walaupun saya harus mengantre sejak pukul 09.00 Wita, sampai jam 2 siang ini saya belum dapat," kata Dewi.
Pantauan detikBali, sejumlah SPBU di Gianyar terpaksa tutup lebih awal karena kehabisan stok Pertalite dan Pertamax. Salah satunya, SPBU 55 805 30 di Jalan Bypass Darma Giri, Kecamatan Gianyar.
Pertalite dan Pertamax di SPBU itu sudah habis diserbu pengendara motor dan mobil sejak Selasa (13/10/2026) hingga pukul 11.00 Wita. SPBU itu hanya melayani pembelian BBM jenis pertamax dex alias solar.
Akibatnya, beberapa SPBU lain di Gianyar yang masih memiliki stok Pertamax dan Pertalite, diserbu pengendara motor dan mobil. Antrean sepanjang 500 meter lebih terjadi di SPBU Jalan Kemenuh dan SPBU Jalan Bypass Darma Giri, Blahbatuh itu.
"Pertamax sudah habis sejak Selasa kemarin. Pertalite barusan habis hari ini jam 11 siang. Kalau Pertamax Dex, masih ada 5 ton (sekira 6.000 liter)," kata Kadek Wahyu, petugas di SPBU 55 805 30.
BBM di Nusa Penida Tetap Aman dan Dikawal Polisi
Kelangkaan BBM yang meluas di seluruh wilayah di Bali tak berdampak besar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Di saat antrean warga di Klungkung daratan mengular sejak pagi Rabu (14/10/2026), kondisi SPBU dan APMS di pulau wisata tersebut justru terpantau lengang dan normal seperti hari-hari biasa."Benar. Dari laporan petugas di lapangan, sampai hari ini stok BBM di SPBU dan APMS masih aman. Hari ini juga kami petugas mengawal kedatangan truk tangki yang membawa sekitar 112 ton BBM, terdiri dari terdiri dari 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite," kata Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya pada detikBali.
Dari video laporan petugas di lapangan yang dikirimkan, tampak puluhan kendaraan roda dua dan empat mengantri seperti biasa. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi di Klungkung daratan yang kondisi antrian warga semakin panjang sampai ke badan jalan raya.
Sebelumnya, jajaran Polsek Nusa Penida melakukan pengecekan stok dan aktivitas penyaluran BBM pada Senin (12/10/2026) malam lalu. Dilaporkan, pengecekan dilakukan di empat lokasi pengisian utama, yaitu APMS 01 Batumulapan, APMS 02 Sental, SPBU Banjar Nyuh, dan SPBU Ceningan.
Dari hasil sidak kepolisian, aktivitas pelayanan BBM di lokasi yang beroperasi terpantau lancar, tertib, dan tidak ada antrean panjang yang memakan badan jalan. Di saat yang sama, Kesuma Jaya juga meminta warga untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya saat sedang melakukan pengisian.
Kondisi ini menjadi cukup kontras dengan yang terjadi di Klungkung daratan. Sebab, sebelum serangan kelangkaan BBM meluas di Bali, antrean panjang akibat rutinitas pariwisata yang padat di Nusa Penida menyebabkan antrean panjang setiap hari. Namun justru di saat warga di daratan mengantre, kondisi di Nusa Penida justru jadi lengang.
"Kami terus memantau dan memastikan ketersediaan BBM tetap aman sehingga aktivitas ekonomi, transportasi, dan mobilitas masyarakat serta wisatawan di Nusa Penida tidak terganggu," pungkas Kesuma.
(nor/nor)