Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax melanda Bali, termasuk di Jembrana. Warga di kabupaten paling barat Pulau Dewata itu sampai rela menginap di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) demi mendapatkan BBM.
Warga Desa Pendem, Jembrana, Komang Juli Astawa (28), sudah mengantre sejak Rabu (14/10/2026) sore demi mengisi bensin motornya. Namun, Juli belum mendapatkan BBM hingga Kamis (15/10/2026) pagi.
"Saya kemarin masuk antrean sekitar pukul 17.30 Wita dan sampai pagi ini belum dapat bensin juga. Tidur di atas motor. Sampai seperti ini cari bensin, baru pertama kali terjadi. Mau ngeluh ke siapa juga bingung," ungkap Juli saat ditemui detikBali di salah satu SPBU Jembrana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Jembrana lain, Gede Yasa (47), geram dengan kondisi tersebut. Yasa sangat kecewa lantaran krisis BBM ini melumpuhkan aktivitas dan mata pencahariannya.
"Kerja tidak bisa. Kalau pulang juga tidak bisa karena bensin di motor sudah habis. Ternyata antre sampai pagi, saya datang pukul 18.00 Wita kemarin," tutur Yasa.
Yasa terpaksa bergantian dengan sang istri agar bisa beristirahat sejenak di rumah. Yasa hanya tidur beberapa jam dan kembali ke SPBU untuk mengatre BBM.
"Tidur satu dua jam, lalu saya ke sini (SPBU) ganti istri yang antre. Kacau pokoknya, ini siapa yang salah sebenarnya," ujar Yasa kesal.
Pantauan detikBali di lima SPBU yang tersebar di Kecamatan Jembrana dan Negara pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 08.00 Wita, antrean kendaraan mengular sangat panjang. Antrean meluber hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalan Denpasar-Gilimanuk. Polisi juga terlihat turun tangan melakukan pengaturan.
Sejumlah warga tampak kelelahan dan lesu akibat antre berjam-jam. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa bergantian dengan anggota keluarga untuk menjaga posisi kendaraan agar tidak disalip pengendara lain.
Baca juga: Bali Krisis BBM, Antrean Horor di Mana-mana |
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, mengatakan telah mengerahkan personel dan difokuskan untuk mengurai kemacetan, terutama di Jalan Denpasar-Gilimanuk.
"Saat ini petugas fokus melakukan pengaturan lalin agar tidak mengganggu aktivitas jalur nasional," jelas Sugianta.
Selain mengatur lalu lintas, terang Sugianta, jajaran kepolisian di lapangan juga berinisiatif membantu warga yang kendaraannya mogok kehabisan bensin.
"Anggota kami sesekali juga membantu masyarakat yang benar-benar kehabisan BBM untuk mendorong kendaraannya menuju SPBU. Kami juga membagikan air minum gratis kepada warga yang sedang mengantre," terang Sugianta.
Lihat juga Video 'Pria Berpakaian Ojol Diduga Jual BBM ke Bule Rp 200 Ribu/1,5 Liter':
(hsa/hsa)