Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Jembrana, Bali, kian memprihatinkan. Antrean panjang tak terhindarkan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Bahkan, seorang warga mengalami kejang-kejang seusai mengantre berjam-jam.
Pantauan detikBali, antrean kendaraan masih mengular di sejumlah SPBU di Jembrana. Sejumlah anak-anak yang diajak orang tuanya mengantre tampak kehausan dan menangis. Situasi tersebut membuat petugas kepolisian bersama pengelola SPBU turun tangan membagikan air minum gratis kepada warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Desa Batuagung, Kecamatan Negara, Agas Taman (28), mengatakan sudah mengantre sejak pagi demi mendapatkan BBM.
"Dapat info sudah ada bensin, jadi pagi-pagi saya sudah ke SPBU. Ternyata sudah ada antrean panjang. Ini jam segini baru sampai depan belum masuk SPBU," ungkap Agas saat ditemui detikBali, Rabu (14/10/2026).
Salah satu ibu yang mengajak anaknya mengantre BBM mengatakan tidak mengetahui ada antrean panjang. Ia akhirnya terjebak di tengah antrean itu.
"Saya kira sudah tidak antre jadi ajak anak. Saya datang pagi tadi. Semoga cepat dapat (BBM) kasian anak kepanasan," ujar perempuan yang enggan disebutkan namanya ini.
Suasana dramatis terjadi di SPBU Nomor 54.822.13, Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, Jembrana, sekitar pukul 07.43 Wita. Seorang perempuan berinisial NKH (20), warga Kecamatan Mendoyo, tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan sempat tak sadarkan diri saat mengantre BBM.
Petugas Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Jembrana yang berada di lokasi langsung memberikan penanganan medis awal sebelum akhirnya mengevakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) Balimed Negara.
Pejabat Sementara (PS) Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, mengonfirmasi pasien telah mendapat penanganan medis intensif.
"Sudah kami tangani awal dan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Hingga siang ini total ada tiga warga pingsan. Kami berharap pasien segera pulih dan dapat kembali beraktivitas," ujar Bagus Adi.
Berdasarkan keterangan awal, terang Bagus Adi, NKH memiliki riwayat penyakit epilepsi dan rutin menjalani pengobatan. Setelah sadarkan diri, pasien mengeluhkan pusing berputar dan kondisi badan lemas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan saat mengantre, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit," pinta Bagus Adi.