detikBali

TNI AL Kerahkan Kapal Perang Cari Jessica di Perairan TN Komodo

Terpopuler Koleksi Pilihan

TNI AL Kerahkan Kapal Perang Cari Jessica di Perairan TN Komodo


Ambrosius Ardin - detikBali

Kapal perang KRI Pulau Fani731 di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu  (17/10/2026). (Dok. Danlanal Labuan Bajo, Letkol Laut (P) Aan Harminanto)
Foto: Kapal perang KRI Pulau Fani-731 di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (17/10/2026). (Dok. Danlanal Labuan Bajo)
Manggarai Barat -

TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan kapal perang KRI Pulau Fani-731 untuk mencari Veronica Beatrix Jessica (23), korban kapal pinisi tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (17/10/2026). Hari ini adalah hari kelima operasi SAR gabungan pencarian Jessica.

"Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 07.00 Wita, KRI Pulau Fani-731 melaksanakan pencarian kontak bawah air di sektor utara lokasi kejadian," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Labuan Bajo, Letkol Laut (P) Aan Harminanto, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aan menjelaskan KRI Pulau Fani-731 merupakan kapal pemburu ranjau jenis Mine Counter Measure Vessel (MCMV). Spesifikasi utama kapal buatan Jerman itu yakni anjang 61,4 meter, lebar 11,1 meter, bobot sekitar 1.444 ton, kecepatan maksimum 18 knot, kecepatan jelajah 10 knot, dan material badan kapal baja nonmagnetik.

"Dilengkapi sistem degaussing untuk mengurangi kemagnetan kapal," terang Aan.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan KRI Pulau Fani-731 memiliki kemampuan deteksi bawah air. Kapal perang itu dilengkapi perangkat sonar untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan kontak bawah air, sert Autonomous Underwater Vehicle(AUV) untuk mendukung pencarian dan identifikasi objek bawah air.

KRI Pulau Fani-731 juga memiliki kemampuan pemeriksaan objek bawah air. Kapal itu dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV) yang dapat digunakan untuk membantu identifikasi dan pemeriksaan objek bawah air melalui kendali jarak jauh.

"Kemampuan ini berpotensi mendukung survei kondisi bawah laut di area pencarian KM Feronia," ujar Aan.

Jessica merupakan korban pinisi Feronia tenggelam di Batu Bolong, Taman Nasional Komodo, Selasa (13/10/2026). Dia diduga terjebak dalam toilet saat kapal tenggelam diterjang arus kuat.

Jessica merupakan seorang perempuan dive master (ahli selam). Perempuan asal Jakarta tersebut menjadi instruktur aktivitas penyelaman puluhan wisatawan di kapal yang tenggelam tersebut. Dia bekerja di perusahaan penyelaman bernama Dive Tribe di Labuan Bajo.

Kapal tersebut mengangkut 30 orang, terdiri dari 25 penumpang, termasuk Jessica, dan lima kru, termasuk nakhoda. Sebanyak 24 penumpang dan lima kru berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Sebagian besar penumpang merupakan warga negara asing (WNA), yakni 21 orang. Mereka berasal dari Spanyol, Australia, Austria, Amerika Serikat, China, dan negara lainnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads