detikBali

Penerbangan Iran ke China Tetap Mengudara di Tengah Sanksi AS

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penerbangan Iran ke China Tetap Mengudara di Tengah Sanksi AS


Bonauli - detikBali

A Taban Airlines McDonnell Douglas MD-88 passenger aircraft flies over Tehran on June 20, 2026. (Photo by ATTA KENARE / AFP) /
Pesawat maskapai Iran, Taban Airlines, dalam foto pada 20 Juni 2026. Foto: AFP/ATTA KENARE
Denpasar -

Sejumlah penerbangan internasional dari Iran masih dibatalkan hingga Rabu (23/9/2026). Meski demikian, tidak seluruh rute terdampak karena beberapa penerbangan ke sejumlah negara masih tetap berjalan.

Dilansir detikTravel, kondisi tersebut terjadi di tengah langkah Amerika Serikat (AS) memperketat tekanan terhadap sektor penerbangan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang masih memberikan layanan kepada penerbangan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut merupakan bagian dari tekanan Washington terhadap Teheran setelah konflik yang berlangsung hampir tujuh bulan.

Namun sebenarnya, sektor penerbangan Iran telah menjadi target sanksi selama bertahun-tahun. Sejauh ini masih belum jelas apa dampak penuhnya dan apakah negara lain akan mematuhinya.

ADVERTISEMENT

Seorang agen perjalanan di Teheran, Iran mengatakan kepada AFP bahwa semua penerbangan ke Baghdad, Muscat, Qatar, Georgia, dan Azerbaijan telah ditangguhkan, tetapi rute ke beberapa tujuan lain tetap tersedia, termasuk China.

Bahkan setelah sanksi baru berlaku pada hari Rabu, sebuah penerbangan dari Teheran yang dioperasikan oleh Mahan Air, salah satu maskapai penerbangan terbesar Iran, mendarat di Guangzhou, China, menurut data pelacakan dari FlightRadar24.

China pada hari Selasa mengatakan pihaknya menentang sanksi AS dan menyebutnya ilegal. Penerbangan ke Shanghai juga dijadwalkan berangkat pada hari Rabu, menurut bandara internasional Teheran.

Beberapa penerbangan ke Istanbul juga dijadwalkan, meskipun yang lain telah dibatalkan, kata agen perjalanan kepada AFP.

"Situasinya tidak stabil dan kami tidak lagi menjual tiket untuk sementara waktu karena takut akan pembatalan," kata agen tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan.

Penerbangan Mahan dari Kabul juga diperkirakan akan tiba di Teheran sekitar tengah hari. Menurut situs web bandara internasional Teheran, koneksi lain ke Turki dan Armenia juga masih memungkinkan menggunakan maskapai penerbangan Iran yang lebih kecil, termasuk Varesh.

Penerbangan ke Najaf di Irak dan Dubai di Uni Emirat Arab juga dijadwalkan. Bessent pada hari Senin berjanji untuk "menutup" maskapai penerbangan Iran dan menghukum siapa pun yang berbisnis dengan mereka.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak dapat memberi mereka bahan bakar, Anda tidak dapat memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak dapat menjual tiket kepada mereka atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ia memperingatkan negara-negara lain.

Pembatasan tersebut akan semakin mempersulit kemampuan warga Iran untuk bepergian ke luar negeri atau kembali ke negara mereka.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads