detikBali

Pajar Ariyana: Dulu Takut Ombak, Kini Bawa Perak Asian Games 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pajar Ariyana: Dulu Takut Ombak, Kini Bawa Perak Asian Games 2026


Kadek Eno Vania Wikasari - detikBali

Peselancar asal Kelurahan Serangan, Denpasar, I Made Pajar Ariyana. (Instagram @pajar_ariyanaa)
Foto: Peselancar asal Kelurahan Serangan, Denpasar, I Made Pajar Ariyana. (Instagram @pajar_ariyanaa)
Denpasar -

Peselancar muda Indonesia, I Made Pajar Ariyana, berhasil mendobrak panggung olahraga Asia. Atlet asal Kelurahan Serangan, Denpasar, itu baru saja merebut medali perak nomor shortboard putra pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Perjalanan Pajar bersama ombak tidak selalu landai. Ia bahkan sempat mengalami trauma setelah tergulung ombak besar ketika berusia dini. Kini, anak Serangan tersebut justru mampu memulangkan medali perah dari Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui nomor shortboard putra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Debut Pajar di Asean Games berhasil menduduki babak final sebelum akhirnya berseberangan dengan peselancar tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi. Pajar mencatat total 10,40 poin, sedangkan Kanoa mengumpulkan 12,87 poin dan meraih emas. Hasil yang disumbangkan Pajar menjadi medali pertama Indonesia dari cabang selancar ombak di Asian Games.

Profil I Made Pajar Ariyana

I Made Pajar Ariyana lahir di Kelurahan Serangan pada 16 September 2004. Ia mulai mengenal selancar ketika berusia enam tahun dan bergabung dengan komunitas selancar lokal untuk mengikir kemampuannya.

Pajar mulai mengikuti kompetisi sejak berusia tujuh tahun dan kemudian menekuni olahraga tersebut. Menariknya, berselancar bukan cita-cita pertamanya. Saat berusia dini, ia sempat ingin menjadi pemain sepak bola sebelum akhirnya memilih untuk tekun dalam berselancar atas dorongan sang ayahanda.

Pajar kemudian mulai berkompetisi hingga ke luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi perjalanan penting bagi sang atlet dalam pembentukannya sebagai peselancar yang mampu bersaing di tingkat internasional.


Pernah Trauma dengan Ombak

Cerita unik sempat menyelimuti perjalanan Pajar. Meski kali ini berhasil menaklukkan ombak, sebelumnya ia pernah mengalami trauma setelah digulung lautan ketika masih berusia dini.

Perjalanan tersebut sempat memberhentikan niat Pajar untuk berselancar. Namun, dorongan kuat dari sang ayah membuatnya kembali ke laut dan terus berlatih. Pesan 'never give up' dari sang ayah kemudian menjadi prinsip yang terus ia pegang.

Dorongan tersebut menjadikan Pajar sebagai atlet yang mahir membaca kondisi ombak. Pelatih Kepala Tim Nasional Surfing Indonesia, Arya Subyakto, mengungkapkan Pajar memiliki kemahiran ketika menghadapi ombak kecil atau kondisi gelombang yang kurang ideal.

Pantai Serangan menjadi bagian dari perjalanan Pajar hingga namanya dikenal di panggung olahraga Asia. Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa ombak yang sejak kecil akrab dengannya kini menjadi bagian penting dalam prosesnya mengukir prestasi.

Rekam Jejak Pajar Ariyana

Pajar mulai mengukir prestasi di kompetisi internasional sejak mengikuti berbagai ajang junior. Pada 2023, ia berhasil menduduki peringkat kedua di Manokwari Pro Junior dan Tokunoshima Town Pro di Jepang. Ia juga berhasil finish di posisi ketiga Chiba Ichinomiya Open Pro Junior dan Krui Pro Junior.

Setahun kemudian, Pajar kembali menunjukkan taringnya pada WSL Qualifying Series 1000 Manokwari Pro 2024. Ia bahkan mencatatkan dua kemenangan sekaligus karena menjadi juara di nomor QS1000 dan Pro Junior dalam ajang tersebut.

Prestasi atlet Serangan tersebut berlanjut pada Asian Surfing Championships 2024 di Thulusdhoo, Maladewa. Ia berhasil meraih emas dan menjadikannya salah satu catatan penting sebelum tampil di Asian Games 2026.

Pada 2025, Pajar kembali meraih medali perak individu di Asian Surfing Championships di Tamil Nadu, India serta menjuarai WSL Qualifying Series 2000 Manokwari Pro di Papua Barat.

Debut Asian Games Langsung Bawa Medali

Setelah mengikuti berbagai kompetisi internasional, Pajar akhirnya menjalani debutnya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Perjalanannya menuju final tidak mudah. Perempat final, ia mengalahkan peselancar China Wu Shindong dengan skor 12,67 poin berbanding 11,66. Pajar kemudian mengalahkan peselancar Filipina, Jayuard Alciso, di semifinal dengan perolehan poin 13,60 poin.

Pajar berhadapan dengan peselancar tuan rumah Jepang, Kanoa Igarashi, di final nomor shortboard putra yang berlangsung di Tahara, Aichi, pada Selasa (29/9/2026). Pajar mengumpulkan 10,40 poin dari dua ombak terbaiknya, sedangkan Kanoa unggul dengan 12,87 poin dan berhak atas medali emas.

Medali perak yang diraih Pajar merupakan pencapaian penting dalam debutnya di Asian Games. Ia juga tercatat sebagai bagian dari sejarah perolehan medali Indonesia dari cabang selancar ombak di ajang bergengsi, Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Incar Olimpiade

Medali Asian Games bukan menjadi akhir perjalanan Pajar. Setelah merebut perak di Jepang, ia masih memiliki target untuk tampil di level yang lebih meroket.

Pajar mengincar kesempatan untuk mengikuti kualifikasi menuju Olimpiade dan ingin terus berkembang di ajang World Surf League (WSL). Impian tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi peselancar muda asal Serangan itu.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads