Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq membantah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung disulap menjadi lapangan golf atau semacamnya. Hal itu ia sampaikan saat kunjungan kerja di SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9/2026).
"Tentu banyak sindiran, banyak demo, banyak pengertian negatif banyak duga-duga yang salah tapi akhirnya sudah bisa lihat sendiri tidak ada apapun yang disembunyikan oleh kita semua, tidak ada kemudian akan menjadikan Suwung sebagai lapangan golf dan lain-lain itu," kata Hanif yang saat TPA Suwung ditutup menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanif mengatakan bahwa tujuan TPA Suwung ditutup adalah untuk penanganan dan pengelolaan sampah yang lebih baik. Selain itu, juga melatih dan mengubah perilaku masyarakat.
Hanif juga telah mendapatkan laporan dari Gubernur Bali Wayan Koster kiriman sampah Denpasar ke TPA Suwung berkurang sebesar 70 persen. Oleh sebab itu, program semacam bank sampah milik SDN 5 Pedungan berdampak terhadap kiriman sampah ke TPA Suwung.
"Sehingga tidak ada lagi sampah-sampah segar masuk di Suwung. Jadi, hanya residu nanti yang akan di Suwung. Untuk sampah organik, Insyaallah sudah diselesaikan di sumber. Kemudian, anorganik telah direduksi melalui berbagai macam upaya ini," ucap Hanif.
Hanif berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung dalam mengelola sampah dapat menjadi peluang mendapatkan penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.
"Kemarin masih agak ketinggalan di tahun kemarin karena masa reformasi total sampah yang dulu-dulu tidak pernah ditangani hari ini dituntaskan," tandas dia.