Ada beberapa peristiwa populer selama sepekan terakhir di Bali. Pertama, seorang pria di Bangli tewas tertembak senapan sendiri saat berburu musang. Berikutnya, seorang warga China menyelundupan 10,4 kilogram emas dengan cara dililit di badan.
Selanjutnya, seorang pengendara motor NMAX tewas setelah menabrak pembatas jalan di Bypass Ngurah Rai, Denpasar. Ada pula kecelakaan yang melibatkan mobil listrik. Mobil itu tiba-tiba melaju mundur tak terkendali hingga menabrak restoran bakso hingga rusak.
Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Bali Sepekan di detikBalli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria Tewas Tertembak Senapan Sendiri Saat Berburu
PJ, warga Banjar Bangkiansidem, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, ditemukan tewas di jurang Sidaparna, Desa Tembuku. Pria 41 tahun itu tewas tertembak senapan angin.
"Korban jatuh terperosok jurang dan tewas tertembak di kepala," kata Kapolsek Tembuku AKP I Putu Dadi kepada detikBali, Senin (7/9/2026).
Dadi mengatakan, berawal saat PJ berburu musang di hutan Sidaparna, Rabu (3/9/2026), pukul 21.00 Wita. Berbekal sebuah senapan angin, dia berburu musang bersama lima rekannya.
PJ dan lima rekannya berjalan berbaris mencari musang. PJ berada di barisan paling belakang. Karena berburu saat malam, kondisi gelap, PJ terperosok ke jurang.
"Itu jurang kedalaman 13 meter. Korban sempat dicari temannya yang lain seusai terperosok," kata Dadi.
Saat PJ terperosok, terdengar suara tembakan. Saat ditemukan lima rekannya, PJ sudah tergeletak di jurang. PJ lalu ditolong oleh kelima rekannya dan dilarikan ke RSUP Peof Ngoerah. Namun, beberapa hari dirawat di sana, nyawa PJ tak tertolong.
"Jasad korban sempat dititipkan di RSU Bangli. Hari ini korban sudah diaben," katanya.
Dadi mengatakan lima rekan PJ sudah diperiksa. Hasilnya, tidak ada indikasi keterlibatan mereka atas tewasnya PJ.
PJ diduga tertimpa senapannya sendiri saat terjatuh ke jurang. Hal itu memicu letusan dari senapan yang pelurnya mengenai kepala PJ.
"Tidak ada indikasi keterlibatan. Murni kelalaian korban. Peluru mengenai kepala korban, tapi tidak sampai tembus. Pelurunya bersarang saja di kepala korban," katanya.
WN China Selundupkan 10,4 Kg Emas
Warga negara (WN) China berinisial ZG menyelundupkan 10,4 kilogram (kg) emas dari Bali dengan cara melilitkan pada tubuhnya. Ia tertangkap saat hendak ke Hong Kong melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, pada Minggu (6/9/2026).
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Ngurah Rai, Wawan Darmawan, mengatakan ZG membawa 14 keping emas dengan cara disembunyikan dengan cara dilekatkan pada tubuh hingga di sekitar lingkar pinggang.
"Jadi, emas yang ada di depan ini tidak disimpan di dalam koper atau barang bawaan, tetapi disembunyikan dengan cara dilekatkan pada tubuh penumpang, sehingga tidak terlihat secara langsung atau dikenal dengan modus body strapping," ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ZG mengaku emas tersebut merupakan produk dalam negeri. Dia mengaku membeli emas itu dari seorang perempuan yang diduga merupakan warga negara Indonesia (WNI).
"Pengakuannya katanya beli, gitu. Katanya beli. Penjualnya bilangnya perempuan, kemungkinan WNI, tapi itu nanti masih dalam proses pengembangan," ungkapnya.
Emas tersebut dibeli ZG di Indonesia dengan nilai sekitar Rp 20 miliar. Wawan menduga emas itu akan dijual kembali oleh ZG di Hong Kong.
"Ya, pasti mungkin diperjualbelikan di sana ya, di Hong Kong," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, mengatakan ZG masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 28 Agustus 2026 menggunakan visa bisnis.
"Yang bersangkutan ini datang ke Indonesia ini menggunakan izin tinggal kunjungan dengan tujuannya awalnya bisnis melalui Soekarno-Hatta. Jadi dia punya visa, punya paspor yang berlaku, masuk menggunakan visa izin tinggal kunjungan dengan tujuan bisnis," imbuhnya.
Mobil Listrik Mundur Hantam Resto Bakso
Mobil listrik yang dikendarai seorang mahasiswa inisial NNDA (22) menghantam restoran bakso di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Tengah, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Kecelakaan terjadi saat mobil tersebut bergerak mundur.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan insiden tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Menurutnya, insiden tersebut dilihat langsung oleh karyawan resto.
"Saksi saat saksi berdiri di depan kasir tiba tiba mobil listrik mundur menabrak kaca resto dan meja tempat makan," tutur Adi, Sabtu.
Adi menuturkan mobil listrik itu awalnya parkir di depan Holland Bakery. Selesai berbelanja sekitar pukul 09.00 Wita, NNDA hendak keluar ke Jalan Gatot Subroto dengan memundurkan mobilnya.
Namun, mobil justru mundur tidak terkendali hingga menyeberangi jalan raya dan menabrak resto tersebut. Tak hanya menghancurkan kaca dan meja, insiden itu juga mengakibatkan dinding pembatas dapur mengalami kerusakan.
"Mobil yang dikendarai tidak terkendali dan terus mundur, sampai ke seberang jalan dan berhenti setelah menabrak Resto Bakso Lapangan Senayan," ujar Adi.
Menurut Adi, mobil tersebut tidak sampai bertabrakan dengan kendaraan lainnya karena tukang parkir sempat menyetop kendaraan dari arah barat. Selain itu, saat kejadian tidak ada kendaraan yang datang dari arah timur.
Adi memastikan tidak ada pelanggan yang menjadi korban dalam insiden tersebut karena kondisi restoran belum buka. Adapun, karyawan resto saat itu sedang berada di dalam mes.
"Para karyawan yang ada di dalam sedang berada di mes dan posisi aman," pungkasnya.
Kecelakaan Maut Tewaskan Pengendara NMAX
Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan mobil listrik terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai kilometer 6, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Kamis (10/9/2026) pagi. Tabrakan itu menewaskan pengendara motor NMAX berinisial PS (50). Laki-laki asal Banjar, Buleleng, itu tewas di lokasi seusai menabrak median atau pembatas jalan yang berada di sana.
"Kemudian menabrak ujung pulau jalan (median jalan) yang mengakibatkan pengendara sepeda motor Yamaha NMAX mengalami luka-luka dan meninggal dunia di TKP," ujar Kasubnit Laka Satlantas Polresta Denpasar, Ipda Nila Cahyaning Wisnu.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.15 Wita itu berawal ketika PS dan sebuah mobil listrik BYD dengan nomor polisi DK 1273 ADX datang dari arah selatan menuju utara. Sebelum kejadian, PS mendahului mobil BYD yang berada di lajur kanan itu dari kiri mobil.
Namun, sepeda motor NMAX dengan nomor polisi DK 6989 ADD itu langsung berpindah lajur ke kanan setelah menyalip. Diduga kurang hati-hati, terjadi tabrakan antara kedua kendaraan.
Tabrakan tersebut membuat PS terdorong ke depan hingga menabrak median jalan. "Kemudian berpindah lajur ke sisi kanan karena kurang hati hati sehingga terjadi tabrakan dengan Pengemudi Mobil BYD," tambahnya.
PS meninggal dunia di lokasi dengan sejumlah luka-luka pada kepala. Luka tersebut meliputi luka patah pada kepala kiri, kedua telinga, hidung, dan mulut yang mengeluarkan darah. Selain itu, luka lecet ditemukan pada paha kiri, kedua tangan, dahi, dagu, dan pipi kiri korban.
Sementara, pengendara mobil BYD berinisial KBMVO (56) mengalami kerusakan materi akibat peristiwa tersebut. Sementara, proses evakuasi korban telah dilakukan dan dibawa ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar.
(hsa/iws)