detikBali

Pemkab Tabanan Dorong Pengembangan Wisata Pesisir Lewat Festival

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkab Tabanan Dorong Pengembangan Wisata Pesisir Lewat Festival


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Sejumlah perempuan Bali menjunjung gebogan atau sesajen berisi buah, kue, bunga dan hiasan janur saat parade mapeed pada pembukaan Tanah Lot Art & Festival 2026 di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026). Festival budaya yang digelar pada 28-30 Agustus 2026 tersebut mengusung tema Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya yang bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta itu melibatkan 23 desa adat dalam bentuk parade dan pertunjukan seni kearifan lokal untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan target 10 ribu orang per hari. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.
Parade mapeed saat pembukaan Tanah Lot Art & Festival 2026 di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Tabanan -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mendorong pengelola sejumlah destinasi pantai di wilayah pesisir Tabanan untuk terus melakukan pengembangan. Salah satunya dengan menggelar festival sebagai upaya promosi sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mengatakan sejumlah pesisir seperti Pantai Pasut, Pantai Yeh Gangga, Pantai Kelating, hingga Pantai Soka memiliki panorama yang tidak kalah menarik dibandingkan destinasi wisata yang sudah dikenal lebih dulu. Menurutnya, festival di masing-masing destinasi tersebut tidak harus digelar secara mewah.

"Tidak perlu mewah, yang penting bisa menampilkan sesuatu yang beda dan baru," ujar Dirga, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirga menilai potensi wisata pesisir di Tabanan masih dapat dikembangkan. Ia mengakui sejumlah destinasi tersebut belum sepopuler Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot sehingga membutuhkan strategi promosi yang lebih kuat.

ADVERTISEMENT

Menurut Dirga, penyelenggaraan festival akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Festival tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan potensi seni dan budaya lokal.

"Ini sebagai salah satu bentuk promosi. Pemerintah sering menekankan, meskipun sudah dikenal, promosi seperti festival tetap menjadi magnet khusus bagi pengunjung," imbuhnya.

Selain itu, Dirga melanjutkan, festival juga menjadi wadah bagi seniman hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tabanan untuk memperkenalkan produk serta potensi daerah masing-masing. "Dengan begitu, potensi wisata tidak hanya bertumpu pada destinasi yang telah populer, tetapi juga membuka peluang bagi kawasan pesisir lainnya untuk semakin dikenal wisatawan," sambungnya.

Dirga berharap penguatan festival yang sudah berjalan juga dapat menjadi bagian dari strategi Tabanan dalam pengembangan pariwisata di Tabanan. Dia mencontohkan pelaksanaan Tanah Lot Art and Food Festival baru-baru ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sekitar 10 ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival tersebut.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads