detikBali

Dirawat 5 Hari karena Stroke, PMI Jembrana Meninggal di Polandia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dirawat 5 Hari karena Stroke, PMI Jembrana Meninggal di Polandia


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Mendiang I Komang Yudi Sutawan.
Foto: Mendiang I Komang Yudi Sutawan. (Dok. Pemkab Jembrana)
Jembrana -

I Komang Yudi Sutawan, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia di Polandia. Diduga, Yudi menemui ajal karena sakit stroke.

Komang Yudi yang bekerja di Pabrik Ayam Plukon, Sieradz, itu, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (23/8/2026). Sebelum berpulang, Komang Yudi sempat menjalani perawatan intensif selama lima hari di rumah sakit setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi yang diperoleh detikBali, perwakilan KBRI Polandia sempat mendatangi rumah sakit tempat Komang Yudi dirawat pada Jumat (21/8/2026) untuk berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

Sejumlah pihak, di antaranya Bupati Jembrana, KBRI Polandia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP2MI/BP3MI Bali, Disnaker Provinsi Bali, Semeton PMI Krama Bali di Polandia, hingga agensi penempatan mengusahakan untuk proses pemulangan jenazah.

ADVERTISEMENT

"Benar informasi mengenai meninggalnya Komang Yudi diperoleh langsung dari pihak perusahaan penempatan tenaga kerja. Informasi awal karena sakit stroke dan sempat dirawat lima hari," ungkap Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Jembrana, Putu Agus Arimbawa, saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (30/8/2026).

Merespons kejadian ini, Dinas Nakerperin Jembrana telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak. "Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati dan instansi lainnya guna memberikan pendampingan kepada keluarga, sekaligus memastikan seluruh proses penanganan hingga kepulangan jenazah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terangnya.

"Pada Senin (24/8/2026), KBRI Polandia dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk membahas teknis kepulangan jenazah almarhum ke Indonesia," imbuhnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads