detikBali

PMI Asal Jembrana Meninggal di Guyana Akibat Kecelakaan

Terpopuler Koleksi Pilihan

PMI Asal Jembrana Meninggal di Guyana Akibat Kecelakaan


Sui Suadnyana, Adi Budiastrawan - detikBali

Kondisi kendaraan yang ditumpangi PMI asal Jembrana, I Komang Tedy Arsa Bantara Putra, seusai kecelakaan di Jalan Raya Timehri, Guyana, Jumat (27/2/2026) dini hari waktu setempat. Tedy meninggal akibat kecelakaan itu. (Istimewa)
Foto: Kondisi kendaraan yang ditumpangi PMI asal Jembrana, I Komang Tedy Arsa Bantara Putra, seusai kecelakaan di Jalan Raya Timehri, Guyana, Jumat (27/2/2026) dini hari waktu setempat. Tedy meninggal akibat kecelakaan itu. (Istimewa)
Jembrana -

Nasib nahas menimpa pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Jembrana, Bali, bernama I Komang Tedy Arsa Bantara Putra. Tedy meninggal akibat kecelakaan maut di Guyana, Amerika Selatan, saat hendak menuju tempat kerjanya.

Kecelakaan tragis itu terjadi di Jalan Raya Timehri pada Kamis (27/8/2026) dini hari waktu setempat. Informasi yang didapatkan detikBali, Tedy saat itu baru saja dijemput perusahaan dari bandara menggunakan mobil travel bersama rombongan untuk menuju tempat kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Tedy, kecelakaan maut tersebut juga menewaskan satu warga negara Indonesia (WNI) lain di lokasi kejadian, yakni Edy Ansyori Sukri. Keluarga korban tengah berkoordinasi untuk proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana, membenarkan kabar duka yang menimpa salah satu warganya. Wijaya telah menerima laporan peristiwa itu dari kepala lingkungan (kaling).

"Kecelakaan di luar negeri. Yang bersangkutan sampai di bandara dijemput oleh mobil travel menuju tempat kerja," ungkap Wijana saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (30/8/2026).

Wijana mengungkapkan keluarga menerima kabar duka tersebut dari manajemen tempat korban bekerja. Perangkat desa setempat juga mendampingi keluarga untuk mengurus segala keperluan administratif.

Proses pemulangan jenazah masih dalam tahap koordinasi. Kepolisian setempat juga masih melakukan penyelidikan mengingat kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan.

"Yang bersangkutan berangkat untuk yang kedua kalinya. Keberangkatannya pada tanggal 26 Agustus 2026 ke kapal offshore. Untuk informasi selanjutnya akan kami infokan lagi," ujar Wijana.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads