detikBali

Nahas, Perempuan Ini Alami Kerusakan Otot Parah Usai Dihukum Squat 200 Kali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Nahas, Perempuan Ini Alami Kerusakan Otot Parah Usai Dihukum Squat 200 Kali


Khadijah Nur Azizah - detikBali

Tangan pasien anak
Ilustrasi pasien. (Foto: thinkstock)
Denpasar -

Seorang perempuan di China bernama belakang Yang mengalami kerusakan otot parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Nasib nahas itu dialami Yang setelah dihukum squat sebanyak 200 kali oleh atasannya lantaran gagal memenuhi target kerja.

Dilansir dari detikHealth, kejadian berawal saat Yang baru saja pindah ke Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Di sana, Yang memulai pekerjaan pertamanya sebagai konsultan keuangan di sebuah perusahaan penyedia pinjaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pekerjaan tersebut sejatinya adalah posisi telesales. Manajer tim tempatnya bekerja menetapkan kuota harian yang cukup berat bagi setiap karyawan. Mulai dari melakukan 200 panggilan telepon, mengundang satu klien, hingga mendapatkan setidaknya satu persetujuan kerja sama setiap hari.

Pada akhir Juli 2026, Yang gagal mencapai kuota harian tersebut. Atasannya memberi dua pilihan hukuman, yakni membayar denda 50 yuan (sekitar Rp 110 ribu) per tugas yang tidak selesai, atau melakukan 100 kali squat.

ADVERTISEMENT

Yang tidak memiliki uang cukup dan takut dipecat dari pekerjaan pertamanya. Walhasil, ia akhirnya memilih menjalani hukuman fisik berupa 200 kali squat.

Berdasarkan rekaman video, Yang terlihat tidak mampu berdiri tegak dan berjalan sempoyongan seusai menyelesaikan squat terakhirnya. Ia dikabarkan merasakan nyeri luar biasa pada kedua kakinya.

Lantaran terkendala finansial, Yang mulanya menahan rasa sakit itu. Ia baru pergi ke rumah sakit lima hari kemudian setelah warna urine-nya berubah menjadi gelap.

Dokter mendiagnosis Yang mengidap rhabdomyolysis, sebuah kondisi medis serius ketika jaringan otot yang rusak hancur secara cepat dan melepaskan protein beracun ke dalam aliran darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu gagal ginjal akut yang mematikan.

Hasil tes laboratorium menunjukkan kadar creatine kinase di dalam darah Yang mencapai angka 16.000 U/L. Secara medis, angka 1.000 U/L saja sudah cukup untuk mengonfirmasi diagnosis keracunan otot ini.

Beruntung, Yang tidak mengalami gagal ginjal permanen dan diwajibkan menjalani perawatan medis serta beristirahat total. Akibat kondisi fisiknya yang hancur, ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads