Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menerima sejumlah laporan pohon tumbang akibat angin kencang hari ini. Bahkan, pohon tumbang tersebut menimpa rumah, dapur, palinggih, hingga akses jalan di Karangasem, Bali.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiharta mengungkapkan pohon tumbang dilaporkan terjadi di tiga kecamatan, yaitu Bebandem, Karangasem, dan Selat. Sugiharta memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini, laporan yang kami terima ada lima kejadian pohon tumbang. Semuanya sudah berhasil kami tangani dengan bantuan dari beberapa pihak dan masyarakat," kata Sugiharta, Minggu (30/8/2026).
Sugiharta membeberkan kejadian pertama terjadi di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Pohon flamboyan setinggi 15 meter tumbang hingga menutup akses jalan di wilayah tersebut. Arus lalu lintas juga sempat tersendat lantaran pohon tersebut menutupi seluruh badan jalan.
Hal serupa terjadi di Desa Seraya, Kecamatan Karangasem. Pohon glodok tumbang dan menimpa akses jalan hingga memicu kemacetan lalu lintas di wilayah itu.
Pohon tumbang berikutnya terjadi di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Pohon enau setinggi 15 meter tumbang dan menimpa dapur milik I Nyoman Saba. Kejadian tersebut menyebabkan atap dapur Saba rusak parah.
Kemudian, dua kejadian lainnya terjadi di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat. Pohon aren menimpa rumah dan palinggih milik I Made Suma hingga mengalami kerusakan. Demikian pula gudang milik I Nyoman Arkiwa yang tertimpa pohon aren.
"Untuk kerugian secara total akibat kejadian pohon tumbang yang terjadi di beberapa wilayah sekitar Rp 40 juta," ujar Sugiharta.
Sugiharta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar maupun dalam rumah. Menurutnya, potensi pohon tumbang dapat terjadi sewaktu-waktu karena angin kencang.